Press "Enter" to skip to content

Pengusaha Habis Napas di Akhir Juni

“Napasnya sudah habis akhir Juni ini, terutama pengusaha-pengusaha UMKM ya.”

Demikian ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, menggambarkan kondisi cashflow dunia usaha Indonesia secara umum. Dalam pernyataannya yang dikutip CNBC Indonesia, Kamis (25/6), Hariyadi menyatakan kondisi ini telah diperkirakan sejak awal pandemi.

Berhentinya usaha saat diberlakukan pembatasan, kemudian diperparah dengan banyak pelaku usaha yang belum bisa membuka usahanya lagi karena sudah kehabisan uang. Dampaknya pada serapan tenaga kerja yang harusnya bisa diserap lagi saat fase new normal kala kegiatan ekonomi sudah kembali dibuka.

Bila tak ada perbaikan ekonomi, maka kondisi ini kemungkinan besar akan memicu kelesuan usaha yang berujung pada PHK kedua. Hal itu bahkan kini sudah mulai terlihat di beberapa sektor bisnis.

“Misalnya saja di perhotelan, ada 500 ribu lebih yang dirumahkan, tapi yang sudah mulai lagi kerja masih sangat sedikit,” Hariyadi mencontohkan.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran. Yusran mengungkapkan bahwa kesulitan pengusaha saat ini adalah mendapatkan cashflow.

“Stimulus yang didengungkan pemerintah untuk diberikan ke pelaku usaha belum terasa. Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan sektor BUMN. Kalau sektor swasta harus survive sendiri,” ungkapnya.

Menurut Yusran, di situasi new normal seperti sekarang kalangan swasta dan UMKM harusnya sudah bisa memulai bisnis lagi, namun justru kondisinya sangat sulit. Ia berharap bantuan bukan sekadar relaksasi pajak, namun bantuan modal. Di lapangan, banyak pelaku usaha yang sulit mendapatkannya, terutama UMKM.

“Banyak hal kita temukan. Masalah bank dan peraturan OJK dengan tata cara kebijakan di masingmasing bank. Ada bank yang merasa saya sudah kasih relaksasi cuti dan sebagainya, sehingga modal kerja nggak berikan lagi. Apalagi UMKM susah banget dapatnya,” lanjut Yusran.

Baca juga:  Ekonomi Indonesia Diperkirakan Baru Akan Pulih di 2022

Sektor perhotelan, restoran dan pariwisata sudah kelewatan momentum emas untuk meraup banyak omset pada waktu lebaran lalu. Harapan kini bersandar pada momen liburan sekolah dan tahun baru mendatang.

Namun, Yusran mengaku tidak terlalu berharap banyak, mengingat kondisi saat ini daya beli masyarakat masih berada di level rendah.

Diperkirakan pada semester kedua tahun ini, gelombang PHK akan kembali terjadi, terutama di UMKM dan start-up digital. **RS

Foto: Bigalpha.id

Bagikan