Press "Enter" to skip to content

Outliers dari Gladwell: Gambar Sukses yang Tak Terlihat

Beberapa kali saya terlibat perdebatan tak berujung dengan teman yang terbilang sangat individualis saat bicara soal kesuksesan.

Sukses bagi teman-teman saya itu sepenuhnya tergantung pada kerja keras. Asal mau berusaha lebih, kerja keras dan kerja cerdas menangkap kesempatan, setiap orang pasti bisa sukses.

Saya sempat protes karena banyak faktor struktural dan sosial yang bisa menjadi bantahan mengapa sebagian orang lebih mudah untuk sukses, namun sebagian lagi sulit sekali mendapatkannya meski berusaha sekeras apa pun.

Argumen saya nampaknya terlalu ‘kiri’ buat mereka. Mereka tidak tertarik pada persoalan mengubah struktur sosial demi kesetaraan semua orang mendapat kesempatan. Saya pun sebenarnya tidak mau mengajak orang untuk serevolusioner itu, hanya ingin menegaskan ada faktor lain soal sukses yang tak sepenuhnya individu.

Argumen dan contoh-contoh yang diangkat Malcolm Gladwell di buku Outliers: Rahasia di Balik Kesuksesan ini memberi nuansa lain yang nampaknya bisa menjadi rujukan baru.

Gladwell menyadari sukses bukan hal yang bisa dijelaskan dengan sederhana. Tidak ada orang yang boleh mengklaim suksesnya semata karena kerja keras sendiri. Tapi sebaliknya, tidak mungkin orang sukses hanya karena berbagai kebetulan atau nasib.

Sukses adalah hasil kerja keras, tapi pada saat yang sama juga merupakan produk dari berbagai situasi.

Penulis mengangkat contoh tentang anggota tim hoki Kanada. Di satu sisi, anggota tim punya kesamaan. Umumnya mereka memiliki motivasi tinggi, berlatih keras dan disiplin.

Tapi ada sisi lain yang menarik, cukup banyak dari mereka yang lahir di bulan Januari, Februari, dan Maret. Apa ini kebetulan? Menurut Gladwell tidak.

Ia merujuk fakta bahwa seleksi untuk tim inti bagi anak dan remaja biasanya dilakukan di Januari. Anak-anak yang masuk tim inti akan mendapat perhatian istimewa berupa pelatih dan program latihan yang baik, juga iklim kompetisi yang menantang. Masuk tim adalah jalan penting untuk sukses.

Baca juga:  Jalan Raya Pos, Jalan Daendels: Refleksi Sisi Kelam Pembangunan

Anak-anak yang lahir di awal tahun akan terlihat lebih matang dari rekan seusianya yang lahir pada bulan Juni atau Oktober. Mereka akan tampak menonjol di mata pelatih perekrut. Jadi peluang mereka untuk masuk tim jadi lebih besar.

Contoh lain adalah kisah William Nelson Joy (Bill Joy), pendiri Sun Microsystem, tokoh di balik pengembangan UNIX. Ia tentu saja, tak terbantahkan, adalah seorang jenius, jago matematika sejak remaja.

Namun Gladwell mencatat ada faktor lain, yaitu sebuah mainframe yang mulai tersedia di University of Michigan tempat sang programmer kuliah di tahun 1970-an.

Sebelum tersedianya mainframe itu, pekerjaan programming komputer sangat melelahkan dan membosankan. Orang harus antre berjam-jam, bahkan berhari-hari, baru bisa mengeksekusi program yang ia buat.

Bill Joy masuk ke Michigan persis saat sistem yang lambat ini berubah. Ia tidak lagi perlu antre, bisa mengirim program untuk segera dieksekusi. Programming pun jauh lebih menarik, menantang serta terus berkembang.

Gladwell sama sekali tidak membantah bahwa sukses adalah hasil kerja keras. Tapi ia memberi potongan gambar lain, yang jarang kita lihat. Bagaimana berbagai faktor lain terlibat secara unik, bahkan sering tidak terduga. Namun, bila diperhatikan, ternyata ada polanya. Hal yang lebih mudah dijelaskan ketimbang diprediksi.

Orang dengan sikap lebih religius mungkin akan menyimpulkan ini sebagai faktor nasib atau takdir. Semua sudah diatur oleh Tuhan.

Jika dirasa keyakinan seperti itu dirasa terlalu sederhana dan pintas, pembaca mungkin akan mendapatkan kesenangan tersendiri di Outliers. Ada gambar yang lebih utuh tentang jalan dan faktor menuju sukses. **RS

Foto: Id.carousell.com