Press "Enter" to skip to content

Optimisme Menyongsong Industri Pariwisata di era New Normal

Tidak bisa dipungkiri, pandemi covid-19 akan membuka sebuah perubahan tentang tren pariwisata di dunia termasuk di Indonesia.

Dalam perubahan ini, isu healthy (kesehatan), safety (keselamatan) dan security (keamanan) akan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan yang ingin melancong.

Selain itu preferensi liburan akan bergeser ke alternatif liburan yang tidak banyak orang seperti solo travel tour dan termasuk juga didalamnya virtual tourism.

Para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif harus betul-betul mengantisipasi terjadinya perubahan tren ini. Pemerintah juga harus betul-betul bisa melihat perubahannya ke arah mana.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, pemerintah harus melakukan inovasi serta perbaikan-perbaikan sehingga dapat cepat beradaptasi dengan perubahan tren yang kemungkinan akan terjadi di dunia pariwisata global.

Kedua, karena isu utamanya adalah keselamatan dan kesehatan, maka protokol tatanan normal baru di sektor pariwisata betul-betul harus menjawabnya. Mulai dari protokol kesehatan yang ketat di sisi transportasi, restoran, akomodasi dan juga di area-area wisata.

Pemerintah mungkin dapat melakukan brenchmarking sebagai perbandingan untuk melihat negara-negara lain yang juga sudah menyiapkan ini dengan kondisi new normal di sektor pariwisata.

loading…



Ketiga, pemerintah harus serius menyiapkan sebuah standar baru menjadi sebuah kultur baru sekaligus kebiasaan baru di sektor pariwisata. Ini butuh sosialiasi yang masif, diikuti uji coba dan simulasi-simulasi yang bisa dimulai dari sekarang.

Perlu pengawasan agar betul-betul standar protokol kesehatan itu dijalankan di lapangan. Mengapa? Karena risiko yang diakibatkan nantinya akan berdampak sangat besar. Mengingat kegiatan pariwisata melibatkan orang dalam jumlah yang sangat banyak dan amat lekat dengan citra yang apabila tercoreng, akan sulit diperbaiki.

Oleh sebab itu, perlu mekanisme manajemen pengawasan yang rinci, baik dari internal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif maupun dari pihak eskternal.

Baca juga:  Merintis Usaha Tambahan di Tengah Pandemi

Selanjutnya, perlu menguatkan promosi wisata khusus, namun dimulai dengan identifikasi daerah-daerah wisata. Perlu dipetakan daerah-daerah tujuan destinasi wisata yang memiliki R0 (basic reproductive number) dan R-naugt atau potensi penularan covid-19 tercatat di bawah 1.

Ini yang memungkinkan pemerintah secara bertahap bisa membuka sektor pariwisata dengan penerapan protokol secara ketat.

Seyogyanya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyiapkan program promosi pariwisata yang aman Covid-19 termasuk mengencangkan promosi produk-produk lokal dan atraksi pariwisatanya.

Demi terciptanya kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan dan masyarakat bisa produktif, serta utamanya bagi pelaku-pelaku pariwisata.

Tidak perlu tergesa-gesa tentunya. Agar citra pariwisata Indonesia di mata dunia internasional tetap eksis dan baik adanya, sehingga bisa lebih baik ke depannya. **RH

loading…