film indonesia

Pengamat film nasional, Yan Widjaya, awalnya memprediksi akan ada sekitar 150 film Indonesia yang tayang di bioskop pada 2020.

Berdasarkan catatannya, angka itu wajar mengingat perkembangan film nasional dari 2016 mulai ramai. Empat tahun silam ada 124 judul film, lalu tahun 2017 ada 118, jumlah ini meningkat pada 2018 dengan 131 judul film dan 129 judul film pada 2019.

Namun, pandemi Covid-19 mengubah perkiraan ini. Pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di banyak daerah perkotaan membuat sejumlah bioskop harus tutup sejak 23 Maret 2020. Sementara film Indonesia yang diputar dari awal tahun baru ada 28 judul film.

Sekalipun nanti bioskop kembali bisa beroperasi pada pertengahan Juni, waktu pemutaran tentu menjadi pertimbangan besar bagi sekitar 122 judul film tersisa.

“Dari pertengahan Juni, hanya ada 26 hari Kamis sampai Desember 2020,” demikian papar Yan saat menjadi pemateri di webinar Mengawal Film Nasional Saat Tayang di Era New Normal, Jumat sore (12/6).

Yan menyampaikan umumnya film-film Indonesia akan tayang perdana di bioskop pada hari Kamis setiap pekannya.

Jika penontonnya cukup banyak, film itu setidaknya akan bertahan satu pekan atau sampai beberapa waktu seterusnya. Sebaliknya jika tidak terlalu laku, film itu hanya akan bertahan tiga hari saja.

“Bayangkan 122 film harus bersaing di slot 26 hari itu. Itu juga akan berdesakan dengan sekitar 180 judul film luar yang sudah dinantikan pemutarannya. Sepertinya ada yang harus menunda penayangan hingga tahun depan,” lanjut Yan.

Meski akan ada yang menunda penayangan, Yan berharap setidaknya empat film yang merupakan favoritnya bisa tayang di 2020.

Empat film jagoan Yan itu adalah Taufan, yang merupakan adaptasi komik Ganesh TH bercerita tentang pelarian prajurit PETA, Gatotkaca garapan Hanung Bramantyo, serta film tentang dua tokoh bangsa Bung Hatta dan Buya Hamka.

Baca juga:  Glenn Fredly dan Kado Terakhir kala Pandemi

Selain keempat film itu, sebenarnya sudah cukup banyak judul yang siap tayang di akhir Maret dan awal April lalu.

Judul-judul seperti Tersanjung The Movie, Jodohku yang Mana? (Molulo2), KKN Desa Penari, Djoerig Salawe, Bucin, Serigala Langit dan Tarung Sarung adalah contoh film yang sempat dipersiapkan untuk segera tayang di bioskop sebelum pemberlakuan PSBB.

Melihat kenyataan ini, nampaknya industri perfilman bisa berefleksi ulang. Ada platform kreasi dan distribusi yang mesti dilirik untuk peluang baru. **RS

Foto: Instagram/Satriadewa.studio

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.