gubernur dki

Terhitung mulai hari ini, Senin (15/6) sebanyak 80 mal di Jakarta akan kembali beroperasi.

Dibukanya kembali pusat perbelanjaan modern ini telah diumumkan oleh Pemprov DKI Jakarta sejak Kamis awal bulan (4/6). Ini merupakan tahapan berikutnya program PSBB transisi yang direncanakan pemerintah ibukota.

“Pasar pangan selama ini sudah buka. Yang mal dan pasar non pangan baru dimulai tanggal 15 Juni,” demikian Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, mengumumkan lewat konferensi pers virtual terkait status PSBB transisi di Jakarta.

Anies menegaskan pusat perbelanjaan tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Mal dibuka pada pukul 11.00 – 20.00 dan hanya boleh menerima pengunjung tak lebih dari 50% kapasitasnya, sehingga memungkinkan physical distancing minimal 1,5 meter.

Pengaturan suhu tubuh serta pengoperasian tombol touchless juga menjadi hal yang wajib dilakukan oleh pengelola mal. Demikian pula terkait fasilitas higenitas, wajibnya pengunjung mengenakan masker serta pembersihan rutin dengan cairan disinfektan.

Pembatasan pada lift yang hanya boleh menampung enam orang serta pengutamaan transaksi cashless temasuk menjadi perhatian penting.

Pemprov DKI Jakarta juga masih membatasi tenant yang boleh dibuka di mal. Bioskop, barbershop serta salon dan klinik kecantikan baru boleh dibuka di masa transisi fase berikutnya.

Pengumuman ini disambut baik oleh pelaku usaha pusat perbelanjaan. Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat menyatakan para pengelola mal sudah hampir rampung menyempurnakan peralatan touchless untuk lebih menjamin keamanan dan higienitas.

Memang saat ini dengan jam operasional yang diterapkan, serta belum beroperasinya sebagian tenant, pengelola mal masih belum bekerja maksimal.

Namun, diizinkannya mal mulai beroperasi secara bertahap diharapkan dapat kembali menggerakkan roda perekonomian masyarakat kota.

Baca juga:  Siap-siap Bakal Ada Relokasi Pabrik ke Indonesia

Menurut Ellen, pengelola mal akan mulai dengan menyiasati jumlah shift karyawan.

“Saat ini karyawan yang bisa diserap hanya sekitar 50 persen karena mal belum beroperasi penuh. Baru start dengan 50 persen,” papar Ellen dikutip Liputan 6 Minggu (14/6).

Meski demikian, keputusan ini bukannya tanpa risiko. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai kurva pandemi Covid-19 di Indonesia dan khususnya Jakarta belum benar-benar melandai.

Ketua Dewan Pertimbangan IDI, Prof. Zubairi Djoerban, memahami jika pertimbangan ekonomi menjadi alasan utama dibukanya sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta. Namun ia meminta agar evaluasi ketat dijalankan serta tak perlu ragu menunda atau membatalkan kembali izin ini.

“Kalau pertimbangan dari sisi medis bisa dibaca setiap hari Indonesia masih tambahnya seribu-seribu lebih. Belum ada cerita melandai atau berkurang. Kalau setelah mal dibuka angka ini masih belum tutun atau malah naik, harus berani juga untuk dicabut kembali,” saran Zubairi. **RS

Foto: Instagram/Aniesbaswedan

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.