Lempah Darat Satu yang Segar dari Bangka Belitung

0
41
makanan khas bangka

“Ambik belacan garem cabik kecit. Kite ngelempah, kite ngelempah lempah darat.”

Penggalan lagu Yok Miak khas Bangka-Belitung (BaBel) itu menunjukkan betapa esensialnya lempah darat bagi masyarakat di dua pulau ini.

Kita mungkin lebih banyak mengenal kuliner BaBel dalam bentuk hidangan laut atau juga paduan khas Tionghoa-Melayu yang kaya daging, telur, tepung dan santan. Bakmi Bangka, martabak, pantiaw, laksa atau rusip adalah contoh-contohnya.

Tapi, lempah darat adalah jantung keseharian dan kesederhanaan menu makan di BaBel. Ia disebut lempah darat karena semua bahan utamanya ditemukan di darat. Bahkan tak jauh dari pekarangan rumah.

Pada dasarnya lempah darat adalah campuran dari sejumlah sayuran, buah dan umbi.

Bahan dasarnya bisa bervariasi antara keladi (talas), labu kuning, pepaya mengkal, jantung pisang, rebung, batang nanas muda, kulit semangka, pisang hutan muda, ubi, umbut kelapa, terong atau mentimun.

Sementara sayuran pelengkapnya juga beragam bisa berupa kacang-kacangan, pucuk daun talas, daun katuk, atau daun singkong.

Tak jarang masing-masing bahan saling dikombinasikan. Namun pengkombinasian ini biasanya mempertimbangkan tekstur dan paduan rasa.

Keladi yang lebih tawar misalnya, seringnya dicampur dengan lebih banyak sayur-buah seperti pepaya, labu, kacang atau terong bersama sayur pucuk daun talas. Tapi, rebung atau batang nanas, yang punya rasa kuat, seringnya hanya dicampur dengan satu jenis sayur.

Bumbu lempah darat juga sangat sederhana. Paduan yang lazim disebut sebagai bumbu tiga: belacan (terasi), garam dan cabik kecit (cabe rawit).

Sebagai penguat rasa, terkadang ditambahkan kerupuk udang atau cumi kering. Namun, tanpa tambahan ini pun lempah darat biasanya sudah sangat gurih.

Semua bahan dan bumbu hanya direbus satu per satu. Tidak ada penumisan atau penambahan santan, sehingga meski rasanya gurih, tetap meninggalkan sensasi segar di lidah.

Baca juga:  Lawar: Keseimbangan Bali dalam Kuliner

Lempah darat biasanya disajikan panas, bersama nasi hangat dan ikan asin. Disinilah sensasi kesederhanaan dan kenikmatan memakannya sangat terasa.

Di masyarakat BaBel masakan ini adalah menu untuk memaknai pulang.

Seringkali sehabis musim hajatan atau momen besar seperti Lebaran, dimana orang sudah mulai bosan makanan daging berlemak dan santan, lempah darat adalah menu segar yang begitu ditunggu.

Ini mengisyaratkan kendati telah sibuk dalam banyak karya besar di luar sana, kita toh tetap kembali ke pekarangan rumah, satu-satunya yang menyegarkan. **RS

Foto: Instagram/Vie_vie