Press "Enter" to skip to content

Latihan Kardio Saat Lutut Sakit

Olahraga kardio terbukti sangat baik untuk membakar kalori serta menguatkan fungsi pernafasan dan melancarkan peredaran darah.

Sebagaimana diketahui, kebanyakan olahraga kardio populer bertumpu pada gerakan kaki. Varian gerakan lari, bersepeda atau melompat jelas membutuhkan kaki yang kuat.

Sayangnya, tidak semua orang bisa melakukan gerakan-gerakan tersebut dikarenakan kelemahan pada lututnya. Ini bisa disebabkan cidera, kelemahan degeneratif atau penyakit bawaan.

Umumnya jika cidera itu cukup parah, para pakar fisiologi menyarankan istirahat sementara dari gerakan kardio. Atau memulainya dengan intensitas ringan seperti berjalan atau bersepeda elipitcal. Gerakan ringan ini juga akan pelan-pelan membantu menguatkan lutut.

Namun, beberapa kelemahan lutut memerlukan waktu pulih yang cukup lama bahkan tak jarang menjadi masalah permanen.

Robek pada meniskus lutut misalnya, bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk sembuh. Demikian pula kelemahan lutut karena gejala penuaan, umumnya akan bersifat tetap.

Dalam kondisi yang demikian, tentu latihan kardio harus dilakukan dengan intensi yang bertambah, namun tidak terlalu banyak bertumpu pada lutut. Beberapa gerakan berikut dapat menjadi alternatif yang baik untuk latihan kardio dengan lutut yang sakit.

Berenang
Berenang adalah alternatif paling populer untuk gerakan kardio pada mereka yang memiliki masalah pada lutut.

Renang dengan gaya kupu-kupu atau gaya punggung, misalnya, dapat membantu membakar kalori secara signifikan. Dalam rentang waktu sama, renang gaya bebas bahkan diketahui lebih banyak membakar kalori ketimbang jogging.

Selain itu, berenang juga melibatkan hampir semua otot tubuh. Ini menjadikannya alternatif latihan yang sangat efektif.

Gerakan Statis
Keperluan membakar kalori dalam kardio juga dapat dipenuhi dengan lebih banyak mengerjakan gerakan yang sifatnya statis.

Gerakan-gerakan seperti plank atau varian yoga menjadi pilihan yang baik untuk keperluan kardio. Kelebihan lainnya gerakan statis juga baik bagi postur tubuh dan penguatan sendi.

Baca juga:  Senam Pilates Bukan Cuma untuk Perempuan

Latihan otot tubuh atas
Jika Anda tetap ingin intensi yang tinggi pada latihan demi meningkatkan stamina, maka sejumlah latihan kombinasi tubuh bagian atas dapat menjadi solusi yang baik.

Gerakan seperti sit-up, push-up, shadow boxing atau latihan beban pada tubuh atas yang tidak menumpu pada lutut, bisa menjadi pilihan.

Demi menghasilkan momen aerobik ala kardio, disarankan lebih menekankan pada repetisi. Jadi, jika menggunakan beban, sebaiknya memilih yang ringan hingga medium.

Latihan kaki dengan tumpuan pada paha
Meski lutut sakit, Anda tetap harus menguatkan otot kaki. Ini penting agar tidak terjadi pelemahan otot serta membantu pemulihan.

Gerakan yang bertumpu pada otot hamstring bisa menjadi pilihan yang baik. Semisal dengan mengangkat tubuh bagian bawah dengan paha, atau posisi squat statis dengan badan bersandar pada dinding.

Empat jenis latihan ini dapat dikombinasikan agar tubuh tetap bugar meski lutut sedang sakit. **RS

Foto: Unsplash

Bagikan