Press "Enter" to skip to content

Indonesia di Tengah Rebutan Peralihan Investasi

Nampaknya akan ada peta baru sentra-sentra investasi industri di kawasan Asia selepas pandemi Covid-19.

Sejak awal Mei lalu, wacana ini semakin menguat mengingat sejumlah investor berencana mengalihkan bisnisnya dari wilayah kerja selama ini di Asia Tenggara, Tiongkok dan Asia Selatan.

Selain karena pandemi Covid-19, isu peralihan lokasi investasi ini juga dipicu menegangnya hubungan dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok, yang sangat mungkin berlanjut berpindahnya sejumlah investor asal negeri Paman Sam dan sekutu bisnisnya dari negeri tirai bambu itu.

Sektor-sektor industri seperti farmasi, otomotif dan sejumlah industri berskala besar lainnya kemungkinan merupakan pemain utama yang pindah.

Tidak hanya investasi dari Amerika Serikat, negara seperti Jepang, Korea Selatan dan beberapa negara Eropa dan Timur Tengah juga punya kemungkinan untuk beralih wilayah.

Vietnam, Thailand, India beserta Indonesia dan juga Malaysia ada dalam persaingan seru memperebutkan perpindahan wilayah investasi ini.

Seberapa besar peluang Indonesia memenangkan perebutan ini?

Menilik sejumlah perpindahan sentra investasi di 2019, Vietnam jelas ada di garis terdepan. Indonesia beberapa kali kecele, saat negeri Paman Ho itu merebut sekian banyak investor tahun lalu.

Sentra-sentra industri yang dipersiapkan pemerintah di Brebes, Batam, Bintan dan Karimun ternyata masih kalah saing dengan tawaran Vietnam.

Persoalan upah buruh, harga tanah, kemudahan regulasi serta tawaran insentif merupakan kekuatan Vietnam yang masih belum tersaingi.

Tidak hanya Vietnam, India juga merupakan pesaing tangguh untuk merebut investor yang pindah tersebut.

Namun, sejumlah pengamat meyakini selepas pandemi Covid-19, ada kemungkinan perubahan peta.

Vietnam kemungkinan masih terdepan mengingat negara ini dinilai cukup sukses menangani wabah. Akan tetapi pesaing lain seperti India, dinilai masih berat berjuang mengatasi pandeminya. Bahkan, cukup banyak investor yang berencana menarik bisnisnya dari negara Asia Selatan ini.

Baca juga:  Penyair Sapardi Djoko Damono Tutup Usia

Meski masih berjuang mengatasi pandemi, Indonesia dinilai lebih siap untuk industri ketimbang India. Wilayah kepulauan dan distribusi populasi yang tidak terlalu padat, membuat Indonesia lebih aman untuk investasi pasca pandemi.

Ekonom dari Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Wasiaturrahma, menilai pemulihan ekonomi pasca pandemi ini merupakan kesempatan baik untuk merebut banyak peluang.

“Untuk dapat membuat ekonomi segera bangkit, ya kita harus banyak-banyak mengundang investor masuk ke Indonesia. Sekarang modal asing sudah meninggalkan India dan pindah ke RI, yang didukung juga menguatnya nilai tukar kita, rupiah,” ungkap ekonom yang akrab disapa Rahma itu dikutip Barometer Jatim, Rabu (10/6).

Rahma berpendapat upaya menarik investor ini harus dibarengi kemudahan regulasi serta penyesuaian kembali selepas sejumlah pembatasan

Dalam catatannya, selama kurang lebih tiga bulan, sejak pandemi, perekonomian masyarakat terdampak parah. Hingga minggu terakhir Mei, kegiatan ekonomi dan penjualan barang di semua sektor menurun dengan laju bebeda-beda.

“Kuncinya investasi, supaya bisnis tumbuh. Kita ketahui banyaknya aturan dan regulasi tumpang tindih selama ini. Kalau mau tumbuh, kita harus segera memperbaikinya,” tutup Rahma. **RS

Foto: Unsplash