Press "Enter" to skip to content

Covid-19 di India Semakin Parah

“Pasien Covid-19 (di India) diperlakukan lebih buruk dari hewan!”

Pernyataan itu tidak main-main. Mahkamah Agung India, Jumat (12/6), memberikan peringatan kepada pemerintah federal dan tiap negara bagian India agar memperhatikan kondisi yang dianggap begitu parah ini.

Pernyataan itu juga memuat sejumlah kasus di beberapa negara bagian. Salah satunya kasus di Balrampur, Uttar Pradesh, dimana ada pasien meninggal yang terbaring di tempat pembuangan sampah.

India telah menyalip Inggris sebagai negara keempat terbanyak kasus Covid-19. Lonjakan 10.956 kasus positif baru disertai 396 kematian baru dalam 24 jam terakhir menjadi salah satu yang terparah.

Saat ini negeri Asia Selatan tersebut telah mencatat total 298.283 kasus positif dengan lebih dari 8.500 kematian.

Parahnya, ini belum jadi skenario terburuk. Keterbatasan tes, masih menjadi masalah besar di India. Pengadilan telah mengkritik pemerintah teritori Delhi yang malah menurunkan jumlah tes yang dikerjakan per harinya.

Di ibukota India, New Delhi, kasus positif yang terkonfirmasi telah mencapai 35.000. Dan telah mengalami lonjakan hampir 12 kali lipat per harinya.

loading…



Wakil menteri negara bagian Delhi, Manish Sisodia memprediksi kasus ini bisa melonjak hingga 550.000 pada akhir Juli. Jumlah itu, dalam prediksi minimalis, akan memerlukan kapasitas 80.000 ranjang rumah sakit. Padahal kapasitas rumah sakit yang siap saat ini hanya 9.000.

Namun, data itu masih sangat mungkin berubah. Rumah sakit dan badan pemakaman di India menilai jumlah aktual kasus positif jauh lebih tinggi. Mengingat banyaknya kasus kematian yang tidak terlaporkan.

Bhijendra Dhigya, salah seorang petugas pemakaman mengkonfirmasi kemungkinan itu.

“Saat awal-awal kasus ini, saya biasa mengangkut satu jenazah di mobil. Tapi sekarang, para petugas jenazah di rumah sakit akan menumpukkan sebanyak mungkin yang muat di mobil jenazah ini,” ungkap Dhigya dikutip Al-Jazeera.

Baca juga:  Haruskah Kita Menunda Pilkada 2020?

Berbagai kebijakan yang diselenggarakan secara nasional oleh pemerintah India dinilai belum memadai untuk meredam laju penyebaran virus. Meski telah melakukan lock-down sejak awal Maret, kenaikan kasus masih sangat besar.

Pemukiman yang padat serta permasalahan sanitasi menjadi dua penyebab terbesar belum tertanganinya pandemi Covid-19 di negara ini. **RS

Ilustrasi: unsplash

loading…