Press "Enter" to skip to content

Menko PMK Minta Kemendag Seragamkan Harga Tes Swab

Harga tes swab untuk diagnosis Covid-19 saat ini masih bervariasi, terutama untuk penyelenggaraannya yang mandiri.

Hal ini menjadi perhatian khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy.

Muhadjir meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuat regulasi yang bisa menjamin agar harga alat tes swab corona se-Indonesia seragam serta dapat diperoleh dalam harga yang terjangkau.

“Jadi tidak boleh ada persaingan terbuka. Karena ini adalah kita perang lawan Covid dan jangan ada orang yang mengambil untung terlalu banyak,” ujar Muhadjir dalam keterangan tertulisnya usai menghadiri rapat koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Sabtu (6/6).

Demi membantu mendeteksi penyebaran Covid-19, menurut Muhadjir, perlu memperbanyak penggunaan tes swab agar proses tracking semakin akurat.

loading…



Jumlah pengujian spesimen virus Corona dengan metode swab atau polymerase chain reaction (PCR) ini diharapkan terus diperbanyak hingga mencapai 20 ribu per hari. Muhadjir mengatakan saat ini kapasitas pengujian spesimen sudah mencapai lebih dari 10 ribu per hari.

Selain itu, jumlah rapid test yang digunakan untuk menjaring serta mendeteksi awal persebaran Covid-19 juga akan terus ditingkatkan. Rapid test memang selama ini digunakan sebagai alat untuk tes massal di sejumlah wilayah yang diprediksi rawan penularan.

Jika menilik apa yang dikerjakan di sejumlah rumah sakit harga rapid test dan tes swab, jika diminta secara mandiri tanpa indikasi, sejauh ini terbilang beragam. Harga rapid test ada di kisaran 200-500 ribu rupiah, sementara tes swab 1-2,5 juta rupiah.

Waktu untuk mengetahui hasilnya juga bervariasi, bisa dalam beberapa jam hingga beberapa hari. Sejumlah rumah sakit juga menyediakan layanan drive-thru

Peningkatan kapasitas dalam pengujian ini semakin penting, saat Indonesia diperkirakan akan memasuki masa puncak pandemi Covid-19.

Baca juga:  Maraknya Laporan Penyelewengan Dana Bansos Covid-19

Per hari ini, Minggu (7/6) kasus positif Covid-19 di Indonesia telah menembus angkat 30.514 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 1.081 jiwa. Lonjakan kembali terjadi dimana kasus baru mencapai hampir 1.000 kasus kemarin.

Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus Covid-19 terbanyak kedua di Asia Tenggara setelah Singapura. **RS

Ilustrasi: muhadjir_effendy

loading…