Press "Enter" to skip to content

Filosofi Teras: Cara Asyik Berkenalan dengan Stoisisme

Jika Anda merasa bahwa selama ini cenderung baperan, mudah stres memikirkan masalah yang sebenarnya belum tentu ada, mungkin Anda dapat mempertimbangkan stoisisme.

Bagi yang pernah berkenalan dengan studi filsafat tentu tahu bahwa stoisisme adalah salah satu aliran filsafat Yunani-Romawi yang menekankan pada pentingnya hidup selaras dengan alam.

Yang dimaksud selaras dengan alam adalah bagaimana kita mengendalikan emosi terhadap sesuatu hal. Beberapa hal mungkin bisa kita ubah, tapi dalam beberapa kasus lain justru kitalah yang harus mengubah cara berpikir kita.

Sama seperti frasa yang diungkap Epictetus, salah seorang pemikir stoik terkemuka: “Beberapa hal tergantung pada kita, beberapa hal lain tidak.”

Tapi jangan langsung membayangkan Anda akan berhadapan dengan buku filsafat njelimet dengan istilah atau segala wacana abstrak.

Buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring ini cocok untuk menjadi pengantar bacaan awal mengenai stoisisme tanpa harus bersusah-payah.

Ditulis dalam bahasa yang sederhana, Filosofi Teras juga dilengkapi contoh kasus yang dapat dijumpai dengan mudah di keseharian, bayangan tentang filsafat yang rumit dan sulit untuk dicerna pun menjadi hilang.

loading…



Henry juga menambah banyak ilustrasi, tabel serta grafik penjelasan yang juga tidak ribet. Ada pula sejumlah wawancara dengan beberapa narasumber yang juga praktisi stoisisme. Ini dibuat lebih mengalir agar para pembaca dapat memahami konteks filsafat ini dengan lebih baik.

Tentu saja bukan hal yang mudah untuk mengimplementasikan suatu ajaran baru dalam hidup kita sehari-hari. Bagi saya, misalnya, yang terbilang baperan dan cukup emosional saat terpapar stres, buku ini cukup menarik minat.

Tapi tertarik untuk membaca adalah satu hal, menerapkannya adalah hal lain lagi. Sang penulis pun mungkin menyadari hal ini, sehingga ia juga menyertakan latihan-latihan mudah untuk dapat dicoba para pembacanya.

Baca juga:  Anak-anak Revolusi

Buku ini terbilang populer, bahkan semakin memantapkan Henry sebagai sosok Om-om panutan kalangan milenial yang aktif di media sosial.

Saya sendiri mengakui ini adalah bacaan pertama bertema filsafat yang saya tuntaskan. Dari dulu saya tidak terlalu mudah mencerna bacaan filsafat.

Tapi, berkat penyajian yang sederhana atas ajaran stoisisme yang menarik, akhirnya saya malah jadi keterusan mencari tahu lebih dalam mengenai filsafat. Filosofi Teras menghadirkan pengalaman berkenalan dengan filsafat dengan cara yang asyik.

Siapa tahu Anda juga menemukan kesenangan dan kelegaan serupa setelah membaca buku ini. **HW

Ilustrasi: pataba

loading…