Press "Enter" to skip to content

Dita Karang dan Segala Overproud Indonesia

Keberadaan Dita Karang sebagai main dancer di Secret Number– salah satu girlband debutan K-Pop masih terus jadi pembicaraan.

Ini kali pertama ada seorang asal Indonesia yang menjadi personel girlband K-Pop. Para penggemar K-Pop dari Indonesia pun, kini menjadikan Dita Karang sebagai salah satu bias (idola) mereka. Tak pelak segala berita terkait Dita dan Secret Number pun langsung menjadi topik.

Hampir semua aspek diulik. Mulai dari asal-usul perempuan yang bernama asli Anak Agung Ayu Puspa Aditya Karang ini, hingga bagaimana ia kemudian bisa masuk ke dalam girlband besutan Vine Entertaiment itu.

Dita yang masih keturunan ksatria di salah satu puri Karangasem ini, sedari kecil bercita-cita menjadi penyanyi. Ia menempuh kuliah di The American Musical and Drama Academy (AMDA), New York, Amerika Serikat, kemudian mencoba sejumlah audisi broadway.

loading…



Minatnya pada K-Pop juga muncul sejak SMP, saat ia mengidolakan 2NE1. Dita juga memasuki kelas untuk semakin mendalami K-Pop.

Mengaku sempat stres karena gagal di sejumlah audisi, Dita tidak patah semangat. Sepulangnya ke Indonesia, ia pun meminta restu untuk ikut audisi Vine Entertaiment. Dan akhirnya ia berhasil.

Tanpa mengabaikan kerja keras dan semangat Dita yang patut diapresiasi, nampaknya ada gejala kebanggaan berlebihan yang menyertai fenomena ini. Namun tentu saja sangat menarik untuk diperhatikan.

Dita bukanlah orang non-Korea pertama yang terlibat banyak dalam industri K-Pop. Jauh sebelum Dita, personel dari Taiwan, Thailand, Jepang, Kanada, Amerika dan Tiongkok telah mewarnai girlband dan boyband Korea.

dita karang

Secret Number sendiri adalah girlband yang anggotanya multinasional. Lea berasal dari Jepang, sementara Jinny dan Denise dari Amerika Serikat. Hanya Soodam yang kelahiran Korea dari kelimanya.

Baca juga:  Gus Dur: Saat Presiden Benar-benar Praktik Demokrasi

Sangat mudah terlihat ini adalah upaya industri K-Pop memperluas jangkauan fans mereka. Indonesia dengan jumlah fans K-Pop yang terus tumbuh tentu sangat sayang dilewatkan. Apalagi masyarakat kita memang sangat terbiasa untuk berbangga diri bila negeri kita disebut dan dibicarakan oleh orang luar.

Tapi, apalah arti semua rasionalisasi itu bila disandingkan dengan selera. Fans K-Pop tanah air kini punya kebanggaan baru. Tak jarang ditambah semangat berlebihan, overproud. Itu semua tentu berdampak baik bagi penjualan album yang baru dirilis Mei lalu.

Baik mereka yang salut maupun mereka yang nyinyir akan pencapaian Dita, harus mengakui diplomasi lembut ala Korean Wave telah membuat kita selalu membicarakannya. **RS

Ilustrasi: ditakarang.site

loading…