Press "Enter" to skip to content

Ada 102 Daerah di Indonesia yang Siap New Normal

Penerapan normal baru telah ditetapkan dapat dilakukan di 102 kota/kabupaten di Indonesia. Wilayah-wilayah ini dinyatakan sebagai zona hijau Covid-19.

Ini merupakan ketetapan Presiden Jokowi sebagaimana diamanatkan pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Presiden Jokowi memerintahkan Ketua Gugus Tugas memberikan kewenangan kepada 102 pemerintah kabupaten/kota yang saat ini berada dalam zona hijau melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman COVID-19,” demikian diungkap Ketua Gugus Tugas, Doni Monardo, dalam keterangannya, Sabtu (30/5).

Namun, Doni tetap mengingatkan agar setiap daerah yang diberikan kewenangan tersebut tetap menegakkan protokol kesehatan secara ketat dan waspada.

Ia juga meminta bupati/wali kota tiap daerah terus konsultasi dan koordinasi yang ketat dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Proses pengambilan keputusan terkait pemberlakuan new normal ini harus melalui sejumlah tahapan prakondisi. Mulai dari edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, serta wajib melakukan simulasi sesuai sektor atau bidang yang akan dibuka.

Setiap daerah juga wajib menyiapkan manajemen krisis dan adanya monitoring dan evaluasi.

Apabila dalam perkembangan pelaksanan normal baru kemudian ditemukan ada kenaikan kasus, maka pembatasan atau penutupan dapat diberlakukan kembali.

Dari 102 daerah tingkat dua yang dinyatakan siap menjalani new normal, semuanya merupakan wilayah yang tidak mengalami kenaikan kasus Covid-19.

Daftar itu memuat 39 daerah di Pulau Sumatera, 2 daerah di Kalimantan, 12 daerah di Sulawesi, 7 daerah di Maluku dan Maluku Utara, 23 daerah di Papua dan Papua Barat, serta beberapa wilayah lain di Nusa Tenggara Timur dan Kepulauan Riau. Kota Tegal merupakan satu-satunya daerah di Pulau Jawa yang masuk daftar.

Keputusan ini dinilai sejalan dengan sejumlah pengamatan yang telah dilakukan oleh sejumlah pihak.

Baca juga:  Bentrok India-Tiongkok di Lembah Galwan

Penelitian Lingkar Survey Indonesia (LSI) Denny JA, misalnya, menunjukkan sebenarnya sudah ada 158 daerah yang cukup siap dengan new normal.

Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman, meyakini Indonesia dapat memulihkan ekonomi lebih cepat sembari menghindari lonjakan kasus baru.

“Ada 124 daerah yang sejak awal pandemi, tidak menemui adanya kasus Covid-19. Demikian pula ada 33 daerah yang menunjukkan penurunan signifikan. Ditambah Provinsi Bali yang mampu mengendalikan virus tanpa PSBB,” ungkap Ikrama pada Minggu (31/5).

Pemerintah memang memberikan acuan yang lebih ketat, dengan pertimbangan beberapa daerah dengan kasus rendah cukup dekat dengan wilayah lain yang merupakan zona merah, atau punya arus mobilitas terbilang tinggi. **RS