Travelling: Menginap di Hotel atau Guesthouse?

0
11

Apa yang jadi pertimbangan saat menentukan akomodasi traveling? Budget, letak dan fasilitas adalah sedikit dari banyak hal penentu. Lain dari itu, tipe tempat penginapan juga penting diperhatikan.

Umumnya tempat menginap dikategorikan dua bagian. Hotel, mulai dari budget hotel yang berharga murah sampai hotel berbintang; dan guesthouse, rumah tinggal yang disewakan untuk menginap. Memang, kedua jenis penginapan ini masih punya jenis-jenisnya lagi.

Biasanya, pelancong mandiri lebih suka guesthouse. Harga murah jadi pertimbangan utama. Tapi jangan salah, banyak guesthouse yang walaupun murah, fasilitasnya tidak kalah dari hotel.

Hal itu memang tidak berlaku di setiap tempat. Di beberapa wilayah di Hong Kong dan Singapura misalnya, fasilitas guesthouse umumnya sangat seadanya.

Kamar guesthouse tidak terlalu luas dan kebanyakan menggunakan bunk-bed. Hampir semua menyediakan sarana laundry self-service murah. Ini sangat penting bagi para pelancong mandiri yang biasanya tidak membawa banyak pakaian.

Suasana di guesthouse cenderung santai. Bangunan tidak terlalu besar membuat tamu bisa berinteraksi lebih banyak. Bercengkrama antar traveller dengan latar beragam menjadi cerita tersendiri.

Saya pernah menginap bersama seorang perempuan Israel yang bercerita bahwa ia ingin sekali mengunjungi Indonesia, tapi terkendala visa. Sempat juga sarapan dengan pria Jerman yang bersemangat sekali bercerita soal liburannya. Itu pengalaman yang sangat unik.

Di lain pihak, hotel menjadi pilihan jika ingin menikmati fasilitas. Tidak hanya dijadikan tempat menumpang tidur. Biasanya, keluarga yang berpergian dengan anak lebih suka hotel. Kita tidak perlu repot membereskan kamar ataupun mencuci peralatan makan.

Para penyuka staycation juga akan memilih hotel. Mereka bisa rileks mencoba semua fasilitas yang ditawarkan. Demikian pula orang-orang yang melakukan perjalanan dinas.

Baca juga:  Satu Malam Musim Panas di Nara (2)
Dok: Hotel.

Bahkan, beberapa perusahaan punya standar sendiri untuk tempat menginap karyawannya. Mengingat perjalanan biasanya sekaligus melakukan business-meeting atau menemui klien. Hal yang tentunya lebih tepat jika dilakukan di hotel dibanding guesthouse.

Reception di hotel juga stand-by 24 jam. Tamu tidak akan kesulitan meminta bantuan. Juga tidak perlu khawatir jika harus late check-in karena hal darurat semisal flight-delay.

Sedangkan guesthouse biasanya dikelola oleh pemilik rumah sendiri. Tidak ada staff yang selalu stand-by.

Biasanya para tamu akan diberitahu password atau cara membuka kunci rumah, sehingga mereka tetap bisa kembali ke penginapan walau lewat waktu kerja staf resepsionis. Ada juga yang langsung mem-briefing tamu mengenai cara menggunakan barang-barang di guesthouse begitu mereka check-in.

Pada akhirnya, semua berpulang pada kebutuhan. Namun ini penting direncanakan, mengingat akomodasi adalah salah satu hal terpenting dalam travelling. **HW