Pemerintah memastikan stok kebutuhan pangan Indonesia masih cukup, meski tengah mengalami pandemi Covid-19. Pernyataan ini beberapa kali diumumkan demi menangkal kekhawatiran publik.

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas kabinet Selasa lalu (28/4) memang sempat menyorot daerah yang mengalami keterbatasan stok pangan. Namun, itu tidak berarti terjadi kelangkaan pangan.

Di hari yang sama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menjelaskan adanya keterbatasan di sejumlah daerah itu lebih terkait persoalan koordinasi distribusi.

“Setidaknya ada 19 provinsi yang surplus. Jadi itu bisa mencukupi. Sampai Mei ini, neraca nasional kita secara keseluruhan cukup bagus dan cukup terkendali dengan aman,” ungkap Syahrul dalam wawancara dengan CNBC.

Lebih jauh sebagaimana dikutip Kompas pada Sabtu (2/5), Syahrul menjabarkan pemerintah telah melakukan intervensi dengan mengalihkan hasil komoditas dari provinsi yang mengalami surplus ke provinsi yang mengalami defisit.

Ia menambahkan ada 11 komoditas pangan dasar yang dijaga dengan ketat oleh pemerintah. Komoditas ini meliputi beras, gula pasir, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam ras, telur dan minyak goreng.

Para pengamat ketahanan pangan juga meyakini stok pangan Indonesia masih terkendali. Masa Panen Raya yang mulai berlangsung juga diyakini dapat menutup sejumlah defisit yang masih ada, terutama mencukupi kebutuhan selama pandemi, juga masa puasa Ramadhan dan Idul Fitri.

Prof. Tjipta Lesmana misalnya, beranggapan kinerja produksi pertanian Indonesia sudah cukup mencukupi untuk kebutuhan yang ada.

“Saya percaya kebutuhan bahan pokok untuk rakyat saat ini lebih dari cukup. Beras, daging, telur, dan lain-lain sudah disiapkan Kementan sejak lama. Tinggal mengatur distribusinya saja,” ungkap Tjipta.

Soal distribusi menurut Tjipa, pemerintah perlu melakukan intervensi dengan memprioritaskan mereka yang di bawah dekat dengan garis kemiskinan.

Baca juga:  Siap-siap Bakal Ada Relokasi Pabrik ke Indonesia

Intervensi pemerintah sejauh ini dinilai cukup baik terkait ketahanan produksi pangan. Meski demikian, pemerintah diharapkan siap untuk skenario terburuk jika pandemi masih berkepanjangan.

Demikian pula, perlu ada pengawasan yang ketat terkait distribusi. Mencegah penimbunan maupun permainan harga dari para spekulan. **RS

Foto: Instagram/Jokowi

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.