cari keringat

“Belum keringat, belum bagus.”

Banyak orang yang mendasari metode berolahraganya pada prinsip tersebut. Sehingga tak jarang momen olahraga sekedar dianggap sebagai usaha cari keringat.

Apalagi jika melakukan kegiatan olahraga sekedarnya. Tanpa arahan serta metode yang jelas. Ini lazim terjadi pada mereka yang berolahraga di rumah, namun tak jarang pula pada mereka yang latihan di pusat kebugaran.

Meski memang benar, kebanyakan aktivitas olahraga menghasilkan sekresi keringat, tapi efektivitas latihan tidak bisa diukur sekedar dari seberapa banyak keringat.

Pertama kali karena cukup sering keluarnya keringat bergantung pada faktor di luar intensitas latihan. Secara genetis misalnya, memang ada sejumlah individu yang lebih mudah berkeringat ketimbang yang lain.

Demikian pula, faktor suhu di tempat kita latihan serta pakaian yang kita kenakan, juga turut menentukan seberapa cepat keringat keluar.

Keringat karena faktor selain latihan ini, sama sekali tidak berguna dalam membakar lemak maupun membentuk otot.

Hal lain yang patut dicatat adalah perbedaan reaksi tubuh terhadap jenis latihan. Bagi sebagian orang yang baru memulai program latihan, biasanya keringat belum banyak keluar.

Saat melakukan beberapa gerakan dasar seperti push-up, squat, atau sit-up para pemula biasanya sudah kadung lelah, sebelum banyak berkeringat. Perlahan, saat mulai rutin dan otot sudah lebih banyak terbentuk, kecenderungan ini akan berubah.

Ada pula faktor perbedaan latihan. Misalnya saja latihan beban dan penguatan satu otot tertentu tidak akan menghasilkan terlalu banyak keringat dibanding latihan kardio atau compund training.

Pasalnya, kerja pacu jantung dan pernafasan, faktor terbesar penyumbang keringat, tentu berbeda pada tiap jenis olahraga.

Dalam banyak kasus, saat orang mengulang-ulang latihan yang sama dan membuatnya jadi teramat sering – semata karena memberi keringat – yang terjadi malah overtraining. Hal yang berisiko cidera atau justru menurunkan daya tahan tubuh.

Baca juga:  Punk: Dulu, Kini dan Nanti

Maka dari itu yang lebih penting diperhatikan adalah bagaimana kita terus meningkatkan kapasitas dalam tiap latihan.

Keringat yang umumnya banyak didapat dari aktivitas kardio, tidak perlu terjadi setiap kali latihan. Kita perlu memvariasikan program latihan, juga meningkatkan kapasitas, misal dengan menambah beban, frekuensi atau intensitas.

Progress latihan itu jauh lebih penting, meski cara peningkatannya perlu penyesuaian untuk tiap orang.

Yang jelas manfaat olahraga bukan sekedar cari keringat. **RS

Foto: Unsplash

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.