Sudah Siapkah Indonesia dengan E-Learning?

Di Indonesia, dunia pendidikan memang merupakan institusi tercepat yang menerapkan kegiatan online begitu terjadi pandemi Covid-19.

Harus diakui, beberapa sekolah dan kampus memang punya keterbatasan untuk menerapkannya. Secara khusus bagi mereka yang di daerahnya masih minim fasilitas komputer dan internet.

Meski demikian, boleh dibilang peralihan ini sebenarnya lebih karena keterpaksaan alih-alih kesiapan yang direncanakan dengan matang.

Masalah kegiatan belajar online sejatinya tidak melulu soal fasilitas. Sudah sekian lama, lembaga pendidikan, bahkan kampus-kampus yang cukup mumpuni di Indonesia, enggan untuk serius menggarap pembelajaran daring ini.

Maka temuan dari The Conversation soal masa depan pendidikan online di Indonesia menjadi hal yang menarik untuk disorot.

Dalam riset yang dipublikasikan Selasa (12/5), para peneliti berkesimpulan bahwa e-learning, khususnya di perguruan tinggi, bisa menjadi masa depan pendidikan Indonesia selepas pandemi.

loading…


Riset ini dilakukan selama bulan April 2020 dengan 682 responden di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Papua.

Secara teknis penyelenggaraan, umumnya diyakini bahwa dosen dan fasilitas yang ada di kampus-kampus Indonesia, sudah mampu melakukan e-learning.

Di hampir semua daerah yang menjadi responden penelitian, yaitu, pembelajaran online dilaporkan bisa berlangsung tanpa gangguan yang signifikan.

Kuliah online selama pandemi Covid-19 ini juga dinilai mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. Tidak kalah dengan perkuliahan biasa.

Keterbatasan fasilitas memang masih dialami sejumlah wilayah. Riset lain dari Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) awal April lalu, menunjukkan ada ketimpangan akses jaringan dan teknologi terutama di wilayah Nusa Tenggara.

Namun, ada sejumlah catatan terkait sumber daya manusia penyelenggara e-learning.

Umumnya kesiapan dosen, baik secara teknis penggunaan fasilitas maupun mendesain pembelajaran daring yang interaktif, menjadi catatan yang paling disorot.

Baca juga:  Alasan Saya Berbisnis Lewat Sosial Media

Kebanyakan pengajar perguruan tinggi kita masih belum terbiasa dengan teknologi dan perangkat daring. Juga belum bisa menghadirkan pembelajaran interaktif.

Di banyak kelas perkuliahan daring, tidak jarang dosen masih menerapkan pemaparan monolog dan kurang bisa menerapkan pembelajaran interaktif.

Sistem evaluasi dan interaksi masih sekedar memindahkan pembelajaran di ruang kelas yang tentunya punya sejumlah perbedaan dengan e-learning. Bahkan sebagian besar menilai sejumlah

materi dan mata kuliah masih belum bisa dilakukan maksimal dengan pembelajaran daring

Catatan ini menjadi hal penting bagi perguruan tinggi dalam memperlengkapi diri dalam menyelenggarakan e-learning.

Selain fasilitas, agaknya investasi yang lebih besar juga perlu difokuskan pada sumder daya manusia penyelenggaranya. **RS

Ilustrasi: unsplash

loading…


About FOKAL

[Hoax] Jangan bilang siapa-siapa.