“Tidak banyak yang kami berikan, hanya 20 liter. Ini jerih payah kami beberapa minggu ini.” ungkap Hafiz Triono.

Rabu pagi (6/5) Hafiz, bersama rekannya dari kelompok petani madu di Kutai Timur, datang berkunjung ke RSUD Kudungga Sangatta.

Mereka menyumbangkan madu trigona yang baru mereka panen bagi tim medis rumah sakit yang merawat pasien Covid-19.

RSUD Kudungga di Kutai Timur ditunjuk sebagai rujukan untuk merawat pasien Covid-19. Menyusul ditetapkannya kabupaten ini sebagai salah satu zona merah, saat ada 21 kasus positif.

Direktur rumah sakit, dr. Anik Istiyandari merinci, ada 50 orang tim medis yang secara langsung menangani pasien Covid-19 di RSUD Kudungga.

“Saat ini tim medis sedang merawat 43 orang pasien ODP dan PDP. Serta ada 15 pasien merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, mereka bekerja dalam tiga shift bergantian,” ungkap dr. Anik.

Anik mengakui dalam kondisi seperti sekarang pasokan nutrisi yang cukup, sangat berguna bagi tim medis. Apalagi saat bertugas selama 8 jam umumnya mereka tidak makan dan minum.

“Ya, kami sangat terharu dan berterima kasih dengan sumbangan madu dari para petani ini. Manfaatnya besar sekali bagi kami,” lanjutnya.

Madu trigona memang diyakini memiliki nutrisi yang cukup banyak jika dibandingkan jenis madu lainnya. Madu yang memiliki rasa lebih asam itu punya kandungan propolis serta mineral dan enzim yang baik dalam memberi energi dan menjaga daya tahan tubuh.

Madu sebanyak 20 liter itu telah dikemas dalam botol kecil, sebanyak 80 botol. Para petani berharap sumbangan kecil ini bisa membantu nutrisi tim medis.

Lebih utama, para pejuang kemanusiaan ini tetap merasa bersemangat karena karya mereka didukung oleh segenap masyarakat Kutai Timur, termasuk para petani madu.

Baca juga:  Ganjar Pranowo Apresiasi Semangat Nunki Herwanti yang Positif Covid-19 dalam Kondisi Hamil

“Yang kami sumbang tidak banyak, tapi didalamnya ada doa kami semua, para petani. Semoga tenaga medis di sini kuat dan sehat selalu selama merawat pasien Corona ini.”

Demikian Hafiz mewakili ungkapan rekan-rekannya. **RS

Foto: Hai
Sumber: suaraindonesia

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.