Seperti Apa Ngantor di Situasi New-Normal?

0
24
new normal di indonesia

Sikap menerima new normal, kenormalan baru, merupakan hal yang kerap didengungkan belakangan ini.

Kita diharapkan bisa beraktivitas sehari-hari namun dengan sikap yang lebih ketat terkait protokol kesehatan dami mencegah penularan Covid-19. Hal itu termasuk jika harus kembali bekerja di kantor di tengah situasi pandemi yang belum usai.

Kementerian Kesehatan serta beberapa instansi lain sebenarnya telah memberi sejumlah panduan untuk aktivitas bekerja dengan mengindahkan protokol kesehatan.

Hal itu misalnya tertuang di Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/ MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Dalam keputusan itu termuat panduan rinci pencegahan Covid-19 bagi tempat kerja dan para pekerja selama masa PSBB hingga setelahnya, atau di new normal.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mengakui tempat kerja memang lokus interaksi dan berkumpulnya orang dan memiliki faktor risiko penularan.

Namun, tentu saja tempat kerja tidak mungkin selamanya ditutup. Harus mulai dibuka demi memastikan roda perekonomian tetap berjalan.

“Untuk itu pasca pemberlakuan PSBB dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi Covid-19 atau New Normal,” ucap Terawan sebagaimana dikutip situs Kemenkes.

Kesiapan untuk kembali bekerja itu meliputi kesiapan dari manajemen tempat kerja, para pekerja, sosialisasi protokol kesehatan serta langkah-langkah bila ditemukan kasus Covid-19.

Dalam kesiapan tempat kerja misalnya, termaktub aturan yang antara lain mensyaratkan pihak manajemen agar:

  • Memperhatikan informasi terkini terbaru terkait Covid-19 termasuk serta himbauan dan instruksi Pemerintah Pusat dan Daerah.
  • Memberlakukan larangan masuk kerja bagi pekerja atau pengunjung yang memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas.
  • Tetap memberikan hak yang dibutuhkan, bila pekerja harus menjalani karantina. Jika memungkinkan tempat kerja dapat menyediakan fasilitas karantina dan isolasi mandiri yang sesuai standar atau setidaknya menyediakan area tersendiri untuk observasi pekerja yang ditemukan gejala saat dilakukan skrining.
  • Menerapkan dengan ketat higienitas dan sanitasi lingkungan kerja.
  • Melakukan rekayasa tempat kerja agar pembatasan fisik saat bekerja dapat dilakukan, baik di ruang kerja maupun lokasi kerja lain seperti lift atau tangga.
  • Melakukan pengurukuran suhu tubuh bagi tiap pekerja dan pengunjung.
  • Jika memungkinkan menyediakan layanan angkutan bagi pekerja.
Baca juga:  Manado Fiesta 2020: Festival Wisata Virtual Pertama di Indonesia

Sementara itu pekerja wajib memperhatikan protokol kesehatan penting seperti:

  • Memastikan diri ada dalam kondisi sehat saat berangkat bekerja.
  • Sebisa mungkin tidak menggunakan kendaran umum dan seminim mungkin menyentuh fasilitas umum saat berangkat dan pulang kerja.
  • Memakai masker dan menjaga jarak fisik selama di tempat kerja.
  • Mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebelum dan setelah bekerja.
  • Membersihkan diri saat tiba di rumah sebelum berinteraksi dengan orang di rumah.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh, serta hati-hati menjaga kesehatan terutama bagi pekerja yang mengidap penyakit degeneratif.

Banyak dari ketentuan ini yang sebenarnya sudah mulai diterapkan. Hanya saja, pelaksanaannya butuh kedisiplinan dan pengawasan yang konsisten.

Mungkin ini cara kita berdamai dengan Covid-19. Masuk ke dalam new-normal. **RS

Foto: Unsplash