Press "Enter" to skip to content

Saatnya Robot RAISA Bantu Tangani Pasien Covid-19

Sudah seminggu Robot Medical Assistant ITS-Airlangga, atau yang dikenal dengan akronim RAISA, membantu penanganan pasien Covid-19.

Diluncurkan pada Jumat lalu (8/5), pembuatan robot ini merupakan kolaborasi antara Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair).

RAISA telah digunakan di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya, bagi pasien Covid-19 yang dirawat di ruang High Care Unit (HCU) dan Intensive Care Unit (ICU).

Robot ini mampu membantu pelayanan bagi pasien yang sedang diisolasi, seperti mengantar makanan, pakaian, maupun obat-obatan.

Dalam versi terbaru, RAISA memiliki berbagai fitur tambahan seperti kamera 360 dengan resolusi tinggi, pengukur suhu, kadar oksigen, denyut jantung dan infus.

Direktur Utama RSUA, Prof. dr. Nasronudin, menyatakan fitur-fitur tambahan ini sangat membantu para tenaga medis dalam menjalankan tugasnya.

loading…


“Dengan adanya fitur ini, di ruang ICU kita bisa mengamati denyut jantung, jenis infus, jumlah tetesan infus, produksi urin dan saturasi oksigen. Di ruang HCU, ada fitur komunikasi. Jadi, kita juga bisa mengukur suhu pasien dan berinteraksi dengan pasien,” ujar Nasronudin seperti dikutip Antara (9/5).

Kolaborasi ini disambut baik oleh berbagai pihak. Karena mengurangi risiko pekerja medis terpapar Covid-19, juga menghemat penggunaan APD.

Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro juga mengapresiasi keberadan robot RAISA.

Dalam webinar yang diselenggarakan oleh Kemenristek, Kamis (14/5), Bambang menyebut keberadaan robot untuk medical assistant sangat signifikan membantu.

Bambang juga berharap pemakaiannya bisa segera diperbanyak demi melindungi tenaga medis dan membuat penanganan pasien lebih efektif.

“Robot RAISA adalah produk yang sudah ada dalam list Kemenristek dan diharapkan dapat diperbanyak. Kita dukung penuh upaya pengembangan ini. Harus ada pemakaian yang lebih banyak lagi di berbagai rumah sakit,” lanjut Bambang.

Baca juga:  Kurva Kasus Covid-19 Bisa Turun di Bulan Mei

Bambang juga berharap kolaborasi riset dan inovasi lintas bidang seperti yang diterapkan ITS dan Unair bisa diteladani dan terus dikembangkan banyak kampus lain.

“Kita tahu ITS di bidang engineering, sementara RS Unair di bidang medis. Ini bentuk kerjasama riset dan inovasi yang sangat saya harapkan bisa terjadi dimanapun di Indonesia,” tutupnya.

Kendati sudah digunakan secara terbatas, RAISA masih terus ditambahkan sejumlah fitur sehingga memungkinkan layanan yang lebih praktis. **RS

Ilustrasi: unsplash

loading…