Perempuan Lawan Corona: Saat Ulang Tahun Berarti Kepedulian

Luciana Dita, mungkin merasakan keprihatinan yang sama dengan banyak kita. Pandemi Covid-19 terlihat begitu berdampak bagi banyak orang.

Secara khusus ia menyoroti bagaimana pandemi ini berdampak pada kaum perempuan. Senada dengan tulisan Sheryl Sandberg di Fortune, ia meyakini kaum perempuan, khususnya para ibu, adalah mereka yang paling banyak menanggung beban karena pandemi ini.

Sebelum pandemi kaum perempuan banyak yang menjalani double shift. Dimana mereka bekerja,kemudian mengurus tugas domestik,” ungkap perempuan yang akrab disapa Lulu ini.

“Sekarang, saat anak belajar dari rumah, atau suami bekerja dari rumah, bahkan tak sedikit yang kehilangan pekerjaan jadi harus dibantu, kaum Ibu jadi double-double shift bekerjanya,” lanjutnya prihatin.

Ini tentu saja memberi tingkat stres yang ekstra pada perempuan. Sejumlah survei yang dikerjakan lembaga seperti LeanIn.org mengungkap ada kenaikan tingkat stres pada perempuan.

Setidaknya 31% wanita dengan pekerjaan penuh waktu dan keluarga mengatakan mereka terlibat lebih banyak pekerjaan daripada yang bisa mereka tangani.

loading…



Untuk kasus Indonesia, keadaan itu diperparah dengan tren kenaikan pada perempuan yang mengandung karena para relawan KB yang tidak lagi turun lapangan untuk memberikan pelayanan.

Mengandung di tengah situasi pandemi seperti sekarang tentu semakin menyulitkan bagi kaum ibu, terutama mereka yang berasal dari golongan ekonomi lemah.

Bagi Lulu, hal ini tidak selayaknya diabaikan. Lewat apa yang dia bisa kerjakan, lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Atmajaya ini merasa perlu memberi sumbangsih walau kecil.

Ia memakai momen ulang tahunnya di bulan Mei untuk menggalang bantuan bagi kaum perempuan dengan tajuk Perempuan Lawan Corona lewat platform crowdfunding kitabisa.com.

Namun, lebih dari sekedar upaya pribadi, Lulu meyakini ini adalah aksi yang mestinya dilakukan bersama-sama demi meringankan beban.

Baca juga:  Felicia, Jaga Asa Tolong Menolong di Tengah Covid-19

Ia menggandeng Jaringan Gusdurian, komunitas lintas iman yang telah memiliki jejaring di 67 Kabupaten-Kota di Indonesia.

gerakan perempuan
Gusdurian. Dok.

Aku diskusi langsung dengan teman-teman Gusdurian Jakarta. Salut dengan komitmen mereka yang mendukung kaum ibu dan anak. Ini kelompok yang belum banyak mendapat perhatian dan dukungan dari bantuan selama ini,” papar Lulu.

Lulu, seperti beberapa sosok lain, telah memberi kita banyak kisah teladan. Bagaimana ketika momen bahagia bisa dimaknai lebih dalam di tengah pandemi kali ini.

Bahwa momen bahagia, juga bisa berarti kepedulian dan berbagi. **RS

loading…


About FOKAL

[Hoax] Jangan bilang siapa-siapa.