Di tengah upaya pencegahan dan penyembuhan Covid-19, peneliti Indonesia juga terlibat dalam riset lanjut terkait virus corona jenis baru tersebut.

Para peneliti biomolekular kita sudah berhasil memetakan sekuen dari asam nukleat RNA penyusun genom virus SARS-CoV-2 yang ada di Indonesia.

“Ada tiga whole genom sequences (WGS) yang diteliti, di Indonesia ini pertama kalinya,” ungkap Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof. Amin Soebandrio.

Dalam keterangannya yang dikutip Kompas Senin (4/5), Amin menjelaskan kebutuhan pemetaan menjadi sangat penting, sebab virus ini masih terbilang baru dan punya banyak aspek yang perlu diteliti.

“Nanti akan bisa diteliti lebih lanjut, apakah memiliki kekerabatan yang sama, baik dari virus lokal maupun dari negara lain,” lanjut Prof. Amin.

Ia menambahkan target LBM Eijkman untuk melakukan sequencing sampai 100 isolat virus. Setelah tiga isolat ini, sudah ada empat isolat yang segera di-submit ke Global Initiattive on Sharing All Influenza Data (GISAID).

Sejak pandemi Covid-19, para ilmuan di seluruh dunia telah berupaya gigih untuk mengumpulkan segala informasi yang bisa diketahui tentang virus SARS-Cov-2. Untuk keperluan tersebut, pemetaan genome dengan sebanyak mungkin isolat menjadi sangat mendesak dilakukan.

Pemetaan genome sangat membantu dalam meneliti struktur kode genetik virus. Ini penting bagi pembuatan vaksin serta penentuan obat dan terapi yang cocok. Selain itu, pola penyebaran virus dapat diketahui lebih baik sehingga bisa dirumuskan strategi pencegahan yang lebih efektif.

Mengingat virus SARS-Cov-2 terbilang sangat cepat beradaptasi, pemetaan ini juga berguna untuk memetakan sejauh mana virus telah bermutasi. Sehingga pandemi susulan bisa diantisipasi.

Diketahui di awal April lalu, riset gabungan Inggris dan Jerman memunculkan temuan bahwa virus penyebab Covid-19 telah bermutasi dengan setidaknya ada tiga tipe.

Baca juga:  Hong Kong Menang: Terbukti Kita Harus Pakai Masker

Saat itu, penelitian belum melibatkan sampel dari Indonesia, sehingga kita belum begitu mengetahui tipe mutasi mana yang dominan dalam kasus Covid-19 disini.

Langkah LBM Eijkman dalam memulai pemetaan ini sangat diapresiasi. Banyak pihak yang akan beroleh manfaat dari pemetaan genome yang lebih rinci. **RS

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.