Press "Enter" to skip to content

Menerawang Pekerjaan di Masa Depan

Pekerjaan identik dengan aktivitas yang serius dilakukan karena berkaitan dengan pendapatan.

Pelawak ataupun standup comedian, seperti Sule dan Raditya Dika, walaupun terlihat seperti terlihat tidak serius, tapi itu adalah pekerjaan.

Tentunya kita juga berpikir apa yang harus kita persiapkan agar siap dan diterima di dunia kerja. Tantangan yang paling signifikan adalah dengan membayangkan dunia kerja macam apa di masa depan?

Perubahan teknologi membuat banyak pekerjaan yang dulunya eksis dan sekarang sudah hilang misalnya saja para filsuf yang spesifik seperti Plato dan Aristoteles.

Maka pekerjaan yang akan hilang di masa depan pun menjadi keniscayaan.

Hal ini juga ditekankan oleh World Economic Forum (WEC), bahwa ada banyak pekerjaan yang sudah hilang seiring dengan berkembangnya teknologi. Hal itu berdampak langsung terhadap bidang-bidang pekerjaan yang dahulu diimpikan oleh orang tua kita.

Linkedin juga melakukan riset dimana terdapat beberapa aspek teknis yang harus dikuasai oleh generasi muda agar dapat bertahan dimasa depan.

Di lain sisi, terdapat pekerjaan yang baru muncul seperti astronot dan content creator dan dimasa depan, sepertinya akan ada pekerjaan lain bermunculan seiring dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi dan era revolusi industry 4.0.

Brooking Institute di Amerika menyebut hampir 25% dari pekerjaan yang ada saat ini akan segera digantikan dengan robot atau yang besifat otomatis.

Kemudian dijelaskan bahwa pekerjaan yang paling dibutuhkan di masa depan seperti: detective data, flying car developer, smart home manager, atau cyber-attack agent. Pekerjaan seperti ini tentu tidak dibahas secara khusus di bidang Pendidikan tinggi.

Menurut saya, ada tiga konsep tentang pekerjaan di masa depan jika dilihat dari fenomena di waktu sekarang.

Baca juga:  Komik Siksa Neraka: Ketakutan yang Saleh

Pertama, pekerjaan yang tidak terlalu lekang waktu. Artinya, dari zaman dulu hingga di masa depan akan tetap ada. Contohnya pemuka agama atau politisi.

Kedua, pekerjaan yang saat ini sudah ada namun akan semakin berkembang di masa depan. Contohnya  content creator.

Ketiga, pekerjaan yang baru akan muncul di masa depan. Bagian ketiga ini yang menjadi penting karena akan berdampak pada masa sekarang.

Bagaimana mengetahui pekerjaan di masa depan?
Pekerjaan di masa depan akan dilihat dari berbagai sisi. Salah satu yang penting adalah dengan melihat objek wilayah.

Tata ruang diluar bumi saat ini sedang dieksplorasi melalui teleskop dan juga jet luar angkasa seperti yang dikembangkan oleh Space-X.

Di masa depan, kemungkinan akan dibutuhkan space tour guide, pilot serta pramugari luar angkasa, penjual oksigen, dan lain sebagainya.

Mungkin Anda masih ingat dengan film Armageddon dimana Bruce Wilis dan rekan-rekannya yang berperan sebagai pekerja tambang di bumi pergi ke luar angkasa untuk melakukan pengeboran meteor.

Kedua, melihat perkembangan teknologi saat ini. Dari berbagai sumber yang disebutkan diatas, terlihat bahwa penguasaan teknologi akan sangat dibutuhkan terutama di bidang big data.

Menariknya, selain pekerjaan yang umum dilakukan, ada juga pekerjaan yang unik yang dilakukan oleh industri.

Misalnya, untuk mencari tahu deodorant yang pas dipakai oleh semua orang, maka orang dipekerjakan untuk mencium bau ketiak laki-laki dan perempuan dari seluruh dunia. Ada juga pekerjaan yang bertugas untuk menganalisis warna-warna kesukaan orang dari tahun ke tahun.

Tantangan
Kunci untuk berhasil mendapatkan pekerjaan di masa depan adalah adaptasi. Semua pekerjaan membutuhan adaptasi karena sistem di industri sangat fleksibel.

Baca juga:  Peta Polemik RUU HIP dan Beban yang Tak Perlu

Sejak dari kecil, misalnya di keluarga, kita perlu mendidik generasi baru untuk terbiasa dengan beradaptasi.

Kemudian yang penting lagi adalah bagaimana memikirkan pendidikan.

Kita mungkin tidak bisa langsung berkata: “Inilah jurusan yang peluang kerjanya banyak dibutuhkan di masa depan.” Atau: “Inilah pekerjaan yang banyak dicari tahun 2022.”

Namun dunia pendidikan, khususnya di jenjang pendidikan tinggi, perlu beradaptasi dengan kegiatan industri dan dunia kerja di masa depan.

Masa depan merupakan sesuatu yang tidak terelakkan dan waktu tidak akan mau berhenti.

Kita di masa kini tidak bisa sekedar menjadikannya buah pemikiran, melainkan harus beradaptasi dan berinovasi. **NPP