Press "Enter" to skip to content

Pandemi Corona Ekspor Pertanian ke 43 Negara Justru Naik

Sektor pertanian Indonesia nampaknya tidak terpukul oleh pandemi Covid-19. Dalam catatan Kementerian Pertanian di kuartal pertama 2020, nilai dan volume ekspor pertanian Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan.

Nominal nilai ekspor saat ini ada di angka Rp 100,7 triliun, itu berarti ada kenaikan lebih dari Rp 12 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 7,47% dari periode yang sama di tahun 2019. Peningkatan volume juga terjadi, terutama di komoditas holtikultura (30%), perkebunan (26%), peternakan (16%) dan tanaman pangan (14%).

Menariknya, peningkatan ekspor ini bukan sekedar musiman atau dampak dari berkurangnya produksi di negara lain. Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian, Ali Jamil dalam keterangan tertulis, pada Kamis (30/4) menyatakan bahwa peningkatan ini lebih disebabkan peningkatan kapasitas kita dalam mengelola produk pertanian.

“Peningkatan ini terjadi karena faktor barang yang diekspor tidak lagi dalam berbentuk barang mentah. Komoditas yang diekspor sudah diolah menjadi makanan bermutu yang digemari masyarakat dunia.” papar Ali.

loading…


Ia mencontohkan pada produk kelapa. Saat ini Indonesia tidak hanya serabutnya saja, tetapi sudah diolah menjadi produk berkualitas. Untuk itu saat ini, menurut Ali, kementerian pertanian terus mengarah ke industri pengolahan hal yang telah dirintis sejak 2014.

Upaya menggenjot industri pengolahan itu kini sudah mulai menunjukkan hasil. Tak hanya terkait pengelolaan, kemudahan untuk ekspor komoditas pun kini semakin ditingkatkan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada hari yang sama melangsungkan pelepasan ekspor komoditas pertanian di sembilan pintu utama pengiriman. Kesembilan pintu utama itu adalah Lampung, Tangerang, Semarang, Belawan, Surabaya, Tanjung Priok, Denpasar, Balikpapan dan Makassar. Disebutkan ada 166 komoditas pertanian yang akan diekspor melalui sembilan pintu tersebut ke 43 negara di Asia dan Eropa.

Baca juga:  Glenn yang Merangkul Semua

Kegiatan pelepasan ini dilakukan secara online dengan pengiriman sertifikat elektronik dari Badan Karantina Pertanian (Barantan) dan penandatangan kerja sama Barantan channel partner.

Menteri Pertanian mengatakan sektor pertanian adalah salah satu solusi terbaik untuk mencegah krisis perekonomian yang muncul selama dan selepas pandemi Covid-19. Syahrul meminta agar para pelaku usaha pertanian tetap mengerjakan produksi demi memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan penambahan devisa negara. **RS

Sumber: pertanian

loading…