Satu slogan yang sering diangkat perintis usaha adalah ATM: amati, tiru dan modifikasi.

Yang dimaksud dengan ATM adalah kita mengamati sekitar kita. Produk apa yang sedang laku di pasaran. Kita lantas buat produk itu dengan melakukan sedikit perubahan, kemudian menjualnya.

Ini adalah salah satu cara paling mudah untuk memulai usaha, tapi kita masih bingung produk apa yang akan dibuat.

Di tengah pandemi seperti sekarang tidak ada salahnya memakai rumus ATM sebagai cara memulai usaha kecil-kecilan dari rumah.

Namun, tidak sembarang mengamati dan meniru, kita perlu mempertimbangkan lima hal ini sebelum mengerjakannya.

Pertama sekali, kita perlu mencari usaha yang memang sesuai dengan minat dan passion. Jangan karena kita melihat teman yang mendapat untung besar karena jual masakan, kita yang tidak suka masak ikut-ikutan. Toh, masih banyak bidang usaha yang bisa kita pilih.

Kedua, kita perlu menyadari bahwa memulai usaha dari rumah memang harus dilakukan dengan mencoba. Tidak perlu takut untuk memulai langkah. Seperti kata pepatah, seribu langkah tentu dimulai dengan satu langkah.

Dicoba saja dulu, kalau gagal tidak masalah, pasti ada yang bisa dipelajari.

Ketiga, kita tidak perlu ragu atau meremehkan usaha sampingan. Banyak usaha yang awalnya dirintis sebagai sampingan malah bisa jadi sumber mata pencaharian.

Bahkan, kalau usaha sudah mulai berkembang, tidak salah juga untuk meningkatkan kualitasnya menjadi lebih profesional. Untuk produk makanan misalnya dengan mengurus sejumlah lisensi yang diperlukan. Atau sejumlah perizinan terkait merk dan saluran pemasaran yang lebih baik.

Keempat, yang tak kalah penting adalah konsistensi. Beberapa kali saya mendapati, seseorang sudah memulai usaha, tapi hanya bertahan satu dua bulan. Kemudian langsung berhenti.

Baca juga:  Jangan Banyak Alasan: Ayo Mulai Olahraga di Rumah!

Biasanya ini karena merasa usahanya tidak berhasil atau merasa usahanya tidak langsung memberi keuntungan yang besar seperti yang diharapkan.

Pengalaman saya, jika kita mau terus menekuni usaha, maka pada suatu saat akan menuai hasil. Jangan berhenti berusaha begitu berhadapan dengan masalah atau kendala yang mungkin timbul.

Yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi dan berupaya untuk mencari solusi atas masalahnya. Bukan langsung berhenti.

Berkonsultasi pada orang yang sudah berpengalaman di bidangnya, dapat menjadi salah satu alternatif jika mentok. Tidak perlu malu untuk bertanya atau berkonsultasi. Pengalaman dari orang lain akan membantu. Itu salah satu cara memulai usaha tanpa modal.

Rujukan dan masukan yang banyak juga bisa mendorong hal kelima yaitu kreativitas.

Produk yang kita buat mungkin gampang ditiru oleh pelaku usaha lainnya. Tapi jika kreatif, tak perlu takut usaha kita akan terganggu. **IAS

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.