Pandemi Covid-19 mengharuskan warga untuk tinggal di rumah. Kami di Bandung misalnya, sudah stay at home sekitar enam minggu.

Salah satu yang dapat saya amati selama ini, terutama di media sosial, adalah maraknya beberapa teman yang mulai berjualan.

Seorang rekan saya, yang biasa menjahit baju pesta beralih membuat masker kain, kemudian menjualnya. Ada pula yang meracik hand-sanitizer sendiri. Malah ada yang kembali menekuni hobi lama membuat sejumlah kue kering dan produk makanan lain.

Banyak alasan yang mendorong  mereka  memulai usaha ini. Karena kurang atau tidak adanya pemasukan akibat dirumahkan. Juga karena order yang biasa mereka dapat, sekarang terhenti.

Namun, ini juga berarti banyak  teman-teman yang ternyata punya potensi. Mungkin selama ini belum tergarap. Dan hebatnya lagi, ternyata karya mereka bisa dijual.

Merintis usaha dari rumah di tengah situasi seperti sekarang mungkin tidak mudah. Apalagi buat mereka yang selama ini lebih banyak beroleh pemasukan dari kerja di luar usaha tersebut.

Sebagai seorang yang sudah sekitar enam tahun menjalankan usaha makanan dari rumah, saya dapat merangkum sejumlah tahapan yang dapat dipertimbangkan saat memulai usaha.

Pertama, kita perlu dengan spesifik menentukan produk yang akan dibuat. Jika memungkinkan pilihlah satu jenis produk yang sudah pernah dibuat dan Anda kuasai cara membuatnya. Itu akan mempermudah proses selanjutnya.

Kedua, yang tak kalah penting, adalah mendaftar dan menentukan peralatan yang diperlukan. Sedapat mungkin pakailah peralatan yang ada dan sudah kita miliki. Tidak perlu buru-buru membeli yang baru. Ini untuk mengurangi biaya yang tidak perlu.

Ketiga, setelah kita mantap dengan produk dan sarana produksi, kita perlu menghitung dengan saksama modal yang diperlukan dan memperkirakan harga jual.

Baca juga:  Jokowi Bukan Satrio Piningit

Penting sekali untuk dengan rinci menghitung harga bahan yang kita gunakan untuk membuat produk lalu menjumlahkannya dengan biaya bahan baku, bahan bakar dan biaya-biaya lainnya.

Jangan sampai ada yang terlewat. Ini penting agar perhitungan harga jual kita sesuai kemampuan dan kebutuhan.

Keempat, kita perlu memikirkan sarana pemasaran produk. Memang sekarang ini terbilang lebih mudah. Kita dapat memulainya dengan lingkaran pertemanan di media sosial. Juga masuk ke dalam platform situs jual beli.

Disini, kemampuan networking menjadi sangat perlu. Jika selama ini kita banyak jejaring pertemanan, itu merupakan modal yang sangat baik. **IAS

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.