Mandi Jelang Ramadhan, Tradisi Lintas Tempat di Nusantara

0
32

Persiapan Ramadhan punya sekian banyak variasi di wilayah Indonesia. Umumnya ditandai dengan kegiatan makan bersama, festival atau ziarah.

Kita mengenal misalnya tradisi ziarah kubro di Palembang yang menziarahi makam ulama dan sultan. Atau nyadran di Jawa Tengah yang menziarahi sekaligus membersihkan makam leluhur.

Ada pula sejumlah kegiatan makan bersama seperti tradisi munggahan di masyarakat Jawa dan Sunda atau nyorog di Betawi. Atau sejumlah festival seperti dugderan di Semarang dan magengan di Surabaya.

Namun ada tradisi lain yang juga terbilang unik. Ini erat kaitannya dengan berbersih diri.

Masyarakat Mandailing di Sumatera Utara misalnya, mengenal tradisi marpangir. Ini merupakan ritual membersihkan diri di pancuran atau pemandian umum dengan menggunakan sejumlah rempah wangi.

Di Sumatera Barat, terutama di wilayah Kampar dan Kuantan Singingi menjalankan yang disebut dengan balimau. Yaitu kegiatan mandi dengan menggunakan jeruk nipis (limau). Kadang juga ditambah pandan atau rempah harum lain.

Masyarakat Riau juga mengenal tradisi berlimau ini dengan nama balimau kasai. Namun, tidak hanya untuk Ramadhan, tapi di sejumlah momen lain seperti kelahiran dan pelantikan kepala puak.

Balimau kasai dilakukan di sungai besar kadang didahului perlombaan perahu dayung.

Sementara itu, di Lampung ada tradisi Belangikan atau Belangiran, yaitu mandi di sungai yang telah ditaburi bunga, jeruk nipis dan abu sekam. Biasanya diakhir dengan cuak mengan, atau makan bersama.

Lantas, di sejumlah wilayah Jawa, seperti Boyolali dan Yogyakarta ada pula yang menjalankan ritual padusan. Dimana masyarakat masuk ke sungai atau tempat pemandian dengan tujuan mandi bebersih diri.

Sejauh ini para pakar budaya belum biasa memastikan mengapa ada kesamaan momen ini di beberapa tempat yang terpisah.

Baca juga:  Mungkinkah Covid-19 Sengaja Dibuat?

Dugaan kuat tradisi ini erat kaitannya dengan kepercayaan tradisional. Dimana sebelum menjalani penyucian secara rohani, umat perlu menegaskannya lewat ritual fisik membasuh diri.

Ini mungkin lekat dengan tradisi keagamaan India yang telah berakulturasi sebelumnya dengan kepercayaan lokal.

Saat masyarakat menganut Islam, Ramadhan dianggap sesuai dengan pemaknaan mencari kesucian. Maka perlu dihayati pula sebagai sarana bebersih diri. **RS

Foto: Indonesia.go.id