Press "Enter" to skip to content

Kematian George Floyd: Semua Ingin Keadilan Bukan Kerusuhan

Mahmoud Abumayaleh tidak membayangkan prosedur standar yang biasa diterapkan di tokonya ternyata berujung hal tidak mengenakkan.

Abumayaleh adalah salah satu pemilik toko Cup Food di Minneapolis, tempat dimana George Floyd membeli rokok dengan uang 20 dolar yang diduga palsu.

“Kejadian ini cukup sering terjadi semenjak toko kami berdiri. Di kebanyakan kasus pembeli tidak mengetahui kalau uang itu palsu, maka staf kami akan menelepon polisi. Biasanya polisi tidak akan memperlakukan pembeli sebagai kriminal, namun perlu bertanya darimana mereka mendapatkan uang palsu itu,” papar Abumalayeh sebagaimana dikutip CBS Minnesota, Kamis (28/5).

Ia mengaku sangat menyayangkan aksi kekerasan polisi yang berujung pada kematian George Floyd.

“Selama 31 tahun, kami selalu menjadi bagian dari komunitas masyarakat. Tak ada yang lebih kami harapkan selain keadilan bagi semua warga, termasuk pihak keluarga Floyd,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, kematian George Floyd pada Senin (25/5) telah memicu gelombang protes di Minneapolis dan sejumlah kota lain di negara bagian Minnesota. Protes tersebut berujung kerusuhan, pembakaran dan penjarahan pada Rabu dan Kamis malam (27-28/5).

Toko Cup Food juga menjadi salah satu sasaran kebencian dan kemarahan warga, karena dianggap menjadi penyebab kematian Floyd.

Manajemen Cup Food telah mengakui bahwa dari rekaman video versi mereka, Floyd tidak melakukan perlawanan terhadap petugas. Mereka pun turut bersimpati atas kematian Floyd dan menawarkan diri untuk membiayai pemakamannya.

Kerusuhan yang ada juga menjadi sorotan pihak keluarga Floyd. Mereka mengaku amat terharu atas simpati warga bagi Floyd, namun memohon agar protes tetap dilakukan dengan damai.

Pengacara keluarga Floyd, Benjamin Crump, berharap agar tiap orang yang mengikuti aksi protes tidak teralihkan pada pembakaran maupun penjarahan.

Baca juga:  Lebih dari 1.200 Pedagang Pasar Positif Covid-19

“Kita sadar bahwa peristiwa ini menimbulkan kemarahan yang besar. Kemarahan itu baru reda saat keadilan ditegakkan. Namun, kita tidak boleh melakukan kekerasan maupun tindakan kriminal saat mengungkapkan kemarahan tersebut,” ungkap Crump lewat akun twitternya.

Peristiwa ini memang telah menjadi perhatian besar di Amerika Serikat. Protes besar ini adalah akumulasi kekecewaan sejumlah kasus kekerasan polisi terhadap warga kulit hitam.

Tak ada yang lebih diharapkan selain tegaknya keadilan. **RS

Foto: Minnesota.cbslocal.com

Bagikan