Industri Pariwisata Ambruk Parah Karena Corona

we love Indonesia

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy, menyebutkan pelaku industri pariwisata khususnya yang berskala kecil terancam gulung tikar karena kehabisan uang.

Dalam keterangannya sebagaimana dilansir oleh Detik, Selasa (19/5), Didien memperkirakan 60-70% pelaku usaha pariwisata sedang dan akan gulung tikar.

“Itu merata di seluruh Indonesia. Sekarang semua sudah teriak mau bagaimana,” ungkapnya.

Pria yang memimpin GIPI sejak 2016 itu bahkan memaparkan industri pariwisata akan sulit memulai lagi sekalipun seandainya sektor pariwisata dibuka dalam waktu dekat.

“Yang kecil dan menengah umumnya sudah habis-habisan, bayar karyawan, bayar Ini, bayar itu, nggak ada modal. Pokoknya sudah berdarah-darahlah,” sebutnya.

Wilayah-wilayah yang selama ini cukup banyak mengandalkan sektor pariwisata seperti Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, atau Kepulauan Riau mengalami dampak ekonomi yang lumayan besar.

loading…


Di Batam, Kepulauan Riau, misalnya, tercatat di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi (BP2RD) Kota Batam, sudah ada 140 restoran dan 30 hotel yang menutup operasinya.

“Beginilah kondisi sekarang, didata kami jumlah yang sudah menyatakan tutup atau tutup sementara. Pengajuan tutup setiap hari muncul,” jelas ketua BP2RD Batam, Raja Azmansyah dikutip Batampos, Selasa (19/5).

Raja bahkan meyakini jumlah itu masih jauh lebih besar, sebab banyak unit usaha kecil dan menengah yang belum melaporkan penutupan operasinya.

Diperkirakan, secara nasional pandemi Covid-19 berdampak ekonomi cukup besar pada setidaknya 13 juta pekerja yang bergerak di industri pariwisata.

Hotel, restoran dan perbelanjaan di daerah wisata, demikian pula biro perjalan, souvenir wisata dan transportasi merupakan sektor-sektor usaha yang terdampak parah.

Selama ini, industri-industri bertahan dengan mengalihkan sasaran usaha. Sejumlah hotel dan restoran melayani penginapan maupun dapur umum untuk pasien maupun pekerja medis. Misal dengan paket karantina mandiri atau work from hotel.

Baca juga:  Taiwan Berhasil Tangani Covid-19 Tanpa Lock Down

Ada pula yang mengalihkan usaha seperti biro perjalanan yang membuat konten virtual atau toko souvenir yang membuat masker.

Meski demikian, upaya ini ternyata tidak bisa dikerjakan semua pelaku usaha.

Industri pariwisata benar-benar ambruk dan butuh waktu cukup lama untuk bisa pulih. **RS

loading…


About FOKAL

[Hoax] Jangan bilang siapa-siapa.