Henky Solaiman yang Bukan Pemeran Utama

Dari 80-an lebih film yang dibintangi Henky Solaiman, juga beberapa sinetron hampir tak pernah terlihat ia menjadi pemeran utama.

Kita beberapa kali melihatnya berperan dokter atau antagonis. Belakangan, terutama selepas era Reformasi, ia juga kerap memerankan seorang akong Tionghoa.

Profil Henky Solaiman begitu sederhana, tak terlihat menonjol. Padahal, hampir semua rekannya di seni peran mengakui ia seorang aktor yang sangat mumpuni.

Tak hanya bermain peran, sosok yang bernama lahir Ong Han Kie ini sebenarnya juga adalah seorang sutradara dan produser.

Film-film yang dibintangi Meriam Belina, seperti Sorga Dunia Pintu Neraka, Pelangi di Balik Awan, atau Senjata Rahasia Nona adalah garapannya.

Ia adalah jebolan Akademi Theater Nasional Indonesia di Yogyakarta. Kampus yang juga menelurkan legenda teater dan film Indonesia seperti Teguh Karya atau Wahab Abdi.

loading…


Henky dikenal sebagai aktor senior yang sering kali menjadi mentor yang baik untuk juniornya di dunia peran. Mulai dari pemain di teater, film layar lebar hingga sinetron, semuanya mengakui lelaki berusia 78 tahun ini adalah guru yang begitu menginspirasi, bukan dengan teori-teori seni peran tapi langsung beradu akting bersama.

Pria asal Bandung ini selalu beranggapan bahwa semua yang terlibat dalam peran adalah keluarga yang harus saling mendukung. Tidak soal siapa yang jadi peran utama atau lebih disorot, adegan demi adegan adalah karya yang muncul karena semua andil.

Begitulah ia dikenang. Bersahaja, berdedikasi serta selalu menginspirasi.

 

Januari lalu Henky memutuskan untuk berhenti sepenuhnya dari seni peran. Dunia yang telah ia geluti penuh cinta dan komitmen selama hampir 50 tahun. Dikabarkan saat itu Henky ingin fokus pada penyembuhan kanker usus yang mulai dideritanya.

Baca juga:  Mengenal Sosok Sulianti Saroso

Sinetron Dunia Terbalik di RCTI adalah peran terakhirnya saat memutuskan berhenti. Di situ ia berperan sebagai Wak Sain. Perannya pun diakhiri dengan adegan syuting kematiannya.

“Saya belum mati kok sudah adegan pasang tenda. Nanti kalau sehat lagi, mungkin tim produksi bakal bikin cerita saya hidup lagi,” kelakarnya.

Siapa sangka, hampir empat bulan kemudian adegan itu mewujud. Kali ini bukan di sinetron, tapi kenyataan. Jumat sore (15/5), aktor kawakan itu berpulang.

Nampaknya Henky sudah sedari dulu siap soal kematian. Verdi Solaiman, sang putra yang juga aktor, memberi kesaksian bahwa ayahnya sudah sejak lama mengisyaratkan bagaimana kematiannya harus disikapi.

“Papa selalu bilang ingin dikremasi saja. Kurang tahu mengapa. Mungkin karena sedari muda suka bertualang, sehingga lebih suka kalau abu jenazahnya disebar jauh,” ungkap Verdi.

Henky memang seniman sejati. Jiwa bebasnya ingin melanglang semua kemungkinan peran demi pertunjukan terbaik.

Tak soal jika ia bukan pemeran utama. Ia tetap berkarya. **RS
Ilustrasi: Ronny

loading…


About FOKAL

[Hoax] Jangan bilang siapa-siapa.