Didi Kempot: Jawa, Indonesia sekaligus Dunia

“Ya, wajar saja, itu alami,” ungkap Didi Kempot santai saat ditanya kenapa lagu-lagunya bisa masuk ke kaum muda.

Ia mengambil analogi bagaimana anak muda bisa gandrung lagu Korea, Jepang atau India, meski tidak terlalu faham bahasanya.

“Mungkin awalnya denger musiknya enak. Baru cari tahu liriknya. Ya sama aja, lagu Jawa juga,” lanjutnya.

Fenomena anak-anak muda bisa nge-fans sama Didi Kempot memang unik. Barangkali tidak terbayang sebelumnya.

Lagu-lagu Didi hampir semuanya berlirik Jawa. Langgamnya pun campur-sari. Warna yang boleh dibilang dekat dengan dangdut-pop.

loading…


Genre itu tentu beda dengan nuansa pop, rap, ballad, jazzy-blues atau rock yang lazim digandrungi kaum muda.

Tapi itulah, selepas 2018 seolah muncul revival. Anak-anak muda dengan gaya trendy, mulai tak malu-malu menunjukkan kesenangannya pada Lord Ambyar.

Nama Didi pun terangkat kembali. Walhasil ia pun dikenal paling tidak oleh tiga generasi.

Pria kelahiran Surakarta ini disukai oleh generasi tua yang senang lagu Jawa tradisional. Mereka mungkin hanya menyebut diri sebagai penggemar atau penyuka lagu Didi Kempot.

Sementara generasi yang tahu campur sari modern pasti juga akan menyukai Didi. Mungkin sekarang mereka lebih afdol menyebut diri sobat ambyar.

Lantas, ada generasi yang lebih muda, yang menabal diri sebagai sadboys dan sadgirls.

Tak hanya soal lapis usia. Didi pun merentang penggemar dari berbagai belahan dunia.

Di tempat dimana ada orang yang berbahasa Jawa, senandung patah hati Didi akan mulai populer. Awalnya mungkin hanya diketahui oleh mereka yang bisa bahasa ini. Namun, perlahan musiknya meluas merebut hati penggemar lain.

Itulah yang terjadi di Suriname dan Belanda. Tempat ia justru beroleh banyak tawaran manggung di awal karirnya.

Baca juga:  Robert Ramone untuk Alam dan Budaya Sumba

Barangkali ini adalah anugerah, karena selama 30 tahun Didi konsisten di jalurnya. Ia murni menjadi seniman lagu Jawa dengan hampir 800 lagu.

Meski berasal dari keluarga seni terkemuka, Didi bertekad untuk merintis sendiri. Ia merantau ke Jakarta, melakoni mulai dari ngamen sampai bisa masuk dapur rekaman.

Kerja kerasnya kini sudah purna. Maestro musik Jawa, itu telah merebut hati Indonesia, juga dunia. Melintas generasi, melintas bahasa.

Sugeng tindak, selamat jalan dan farewell, Lord Didi. **RS

Ilustrasi: didikempot_official

loading…


About FOKAL

[Hoax] Jangan bilang siapa-siapa.