“Cerdiknya” Para Pemudik Melanggar Larangan

0
28
pemudik cerdik

Meski sudah ada peraturan menteri perhubungan yang melarang mudik (Permenhub No 25/2020), ternyata tetap ada yang nekat melanggar.

Cara-cara mereka menyiasati larangan itu ternyata amat beragam. Misalnya ada yang sengaja melewati pos penjagaan saat pergantian petugas jelang sahur.

Pengalaman itu diceritakan oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno lewat wawancara online di program Sapa Daerah BNPB.

“Jadi begitu tahu jamnya ganti pas sahur, mereka langsung lewat pos dan melaju kencang,” ungkap Irwan.

Tidak hanya modus menjelang pergantian shift jaga. Sejumlah pemudik bahkan ada yang memakai seragam TNI gadungan, ada pula yang masuk ke bak truk atau menumpang mobil ambulans swasta.

“Pokoknya akal-akalannya banyak,” keluhnya.

Meski demikian, Irwan memastikan jumlah itu terbilang sangat kecil jika dibandingkan arus mudik sebelumnya.

Sejak Permenhub 25/2020 diterapkan pada 23 April 2020 hingga hari pertama lebaran, jumlah pemudik yang memasuki Sumatera Barat menurun drastis hanya sekitar 3.000 orang.

Sayangnya, sebelum pemberlakukan Permenhub tadi, apalagi sebelum penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Sumatera Barat, provinsi ini sudah diserbu perantau yang pulang kampung.

Irwan mencatat setidaknya ada 109.204 perantau yang memasuki Sumbar selama rentang waktu 31 Maret hingga 22 April 2020.

Jajaran Pemprov Sumatera Barat memang telah menyiapkan diri untuk sejumlah skenario, sebelum penerapan PSBB dan Permenhub.

“Waktu itu belum ada payung hukumnya, jadi di perbatasan ada pemeriksaan suhu. Terus juga disediakan sarana untuk yang tidak bisa karantina di rumah. Ini karena kami meyakini yang pulang sebelum 22 April itu umumnya perantau yang kesulitan bekal karena terdampak Covid-19. Kalau dalam istilah Pak Presiden mereka itu pulang kampung,” lanjutnya.

Baca juga:  Merayakan Hari Toleransi Bersama Obrolan Aktivis: Keep Updated, Being Trendy in Humanity

Irwan berharap koordinasi antar daerah bisa semakin padu dalam mencegah penyebaran Covid-19. Modus-modus pelanggaran seperti yang ditemui di Sumatera Barat sangat mungkin pula ada di berbagai wilayah lain.

Irwan pun meyakini Permenhub ini akan lebih efektif jika diperpanjang, tidak hanya sampai 31 Mei nanti.

“Sebab kalau dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, arus mudik dan balik itu bisa sampai sebulan setelah Idul Fitri,” tutup Irwan. **RS

Foto: Ugm.ac.id