Press "Enter" to skip to content

Wabah Corona Ekspor Ikan Indonesia Naik

Selama pandemi Covid-19, sejumlah negara telah membatasi relasi perdagangan dengan Tiongkok. Hal tersebut ternyata berdampak baik bagi sektor kelautan Indonesia. Ada peningkatan yang cukup signifikan dalam ekspor ikan dari Indonesia ke Amerika, Tiongkok dan negara-negara Uni Eropa.

Dari data Biro Pusat Statistik (BPS) terlihat nilai ekspor perikanan Indonesia pada Maret 2020 mencapai 427,71 juta dolar AS. Ini merupakan peningkatan 6,34% dari bulan sebelumnya.

Secara kumulatif, dalam tiga bulan awal 2020 ini ada peningkatan hingga hampir 10% dibanding periode yang sama di 2019. Volume perdagangan juga naik mencapai 295.130 ton atau meningkat hingga hampir 11% dari tri-semester pertama tahun lalu.

Hal tersebut dibenarkan oleh Dirjen Penguatan Sumber Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Nilanto Perbowo. Sebagaimana dikutip Antaranews pada Jumat (17/4), Nilanto menyebut bahwa penutupan dan pembatasan impor dari Tiongkok mendorong peningkatan ini.

“Amerika Serikat dan Uni Eropa merupakan pasar terbesar untuk komoditas udang dan tuna- tongkol-cakalang. Tiongkok juga punya permintaan besar, karena aktivitas penangkapan ikannya jauh berkurang saat ini. Jadi wabah Corona ini berimbas pada tingginya permintaan yang bisa kita penuhi,” ungkap Nilanto.

Udang merupakan komoditas yang mendominasi, mengambil porsi 37,56% dari nilai ekspor produk laut Indonesia. Disusul tuna-tongkol-cakalang (14,23 %), cumi-sotong-gurita (10,63%), rajungan kepiting (8,48%) dan rumput laut (4,33%).

Tidak hanya menyasar Amerika, Eropa dan Tiongkok, ekspor ke sejumlah negara lain juga mengalami peningkatan. Thailand, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Vietnam, Singapura dan Arab Saudi, merupakan tujuan ekspor kelautan Indonesia yang juga mengalami peningkatan.

Di tengah lesunya sekian banyak sektor perekonomian Indonesia berita ini menjadi begitu menggembirakan. Ini menyiratkan peluang yang besar, yang dapat dikelola lebih baik untuk waktu ke depan, selepas pandemi.

Baca juga:  Butuh Waktu Tiga Bulan, Biar Trump Mau Pakai Masker

Harapannya proporsi ini tidak hanya meningkat sekedar musiman, namun bisa terus dipertahankan. Ini akan memberi dampak besar bagi kemajuan sektor kelautan dan kesejahteraan nelayan Indonesia. **RS

Sumber: Antaranews, Seafoodsource
Foto: Unsplash