Menjalankan ibadah puasa di tengah wabah Covid-19 seperti sekarang butuh persiapan tersendiri. Kita tahu, biasanya di hari-hari awal berpuasa, tubuh perlu penyesuaian. Perubahan jadwal makan, istirahat, serta intensitas kerja selama menahan lapar dan haus akan mengubah ritme biologis kita.

Di masa penyesuaian tersebut, kalau tidak hati-hati imunitas tubuh bisa lumayan turun. Kita tentu tidak ingin itu terjadi. Apalagi dalam kondisi seperti sekarang, daya tahan tubuh yang baik penting sekali untuk dipertahankan.

Namun, tidak perlu khawatir berlebihan. Kita dapat mempertahankan imunitas selama puasa dengan cara sederhana. Bahkan, momen puasa ini juga dapat menjadi kesempatan kita untuk memperbaiki kesehatan tubuh.

Perhatikan porsi dan menu makan
Saat berbuka atau sahur, jangan “balas dendam”. Makanlah dalam porsi biasa. Makan berlebihan justru memberi beban pada pencernaan. Efeknya, nutrisi kurang terserap dan memperburuk kualitas istirahat.

Puasa sebenarnya kesempatan baik untuk memperbaiki alarm tubuh terkait rasa lapar dan kenyang. Jika selama ini kita sering ngemil dan susah merasa kenyang, puasa dapat membuat kita makan dengan lebih teratur.

Syaratnya, kita perlu memperhatikan menu makan saat berbuka dan sahur. Kurangi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti gula atau sirup. Juga yang mengandung lemak jenuh tinggi seperti gorengan, santan atau jeroan.

Ganti dengan karbohidrat yang lebih kompleks seperti oat, beras merah dan juga makanan kaya serat seperti buah-sayur. Jangan lupakan pula kadar protein yang tinggi seperti pada kedelai, daging dan telur.

Tidur lebih awal
Hindari begadang, apalagi baru tidur selepas sahur. Selepas menjalankan shalat tarawih, upayakanlah untuk tidak terlalu banyak beraktivitas sehingga kita bisa tidur lebih awal. Jika kita tidak banyak tidur selama seharian puasa, umumnya kita akan bisa terlelap sebelum tengah malam. Ini tentu baik untuk memperbaiki kualitas istirahat kita.

Baca juga:  Mengenang Kejayaan Sinetron Indonesia

Sempatkan olah raga
Berolahraga bukan hal tabu, justru perlu dilakukan selama puasa. Hanya saja waktu dan porsinya perlu disesuaikan. Baiknya olahraga sejenis kardio dan latihan beban dilakukan tak lama sebelum buka puasa, agar saat berbuka, kita bisa langsung mengganti cairan tubuh yang keluar. Ini juga cukup efektif dalam membakar lemak.

Namun, jika punya masalah dengan kadar gula darah yang rendah. Baiknya hanya melakukan olahraga ringan sekitar satu jam selepas sahur.

Tetap jaga kebersihan dan sanitasi
Kebersihan tubuh, terutama mulut, penting sekali untuk diperhatikan. Jangan lupa untuk menggosok gigi sebelum tidur dan sehabis sahur. Demikian pula jangan pernah meninggalkan sanitasi dasar untuk pencegahan Covid-19, seperti membersihkan ruang, cuci tangan dan memakai masker. **RS

Foto: Unsplash

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.