Press "Enter" to skip to content

Taiwan Berhasil Tangani Covid-19 Tanpa Lock Down

ZERO, begitu tulisan yang terbaca dari bangunan megah Grand Hotel Taipei. Senja hari Selasa (14/4), hotel yang telah berdiri sejak 1952 itu sengaja menyalakan 57 kamarnya membentuk kata yang berarti angka nol itu. Tak hanya Grand, beberapa hotel serta bangunan ikonik lain di Taiwan juga menampilkan nuansa senada.

Hari itu menandai kegembiraan seluruh warga Taiwan setelah tidak ada penambahan kasus baru Covid-19 di negeri Formosa ini. Sampai hari ini (22/4) Taiwan mencatat jumlah positif Covid-19 sebanyak 426 orang, dengan angka kematian sebanyak 6 kasus dan 236 orang yang telah sembuh.

Mayoritas kasus Covid-19 tersebut adalah karena penularan dari luar negeri. Hanya ada 55 kasus penularan lokal. Hebatnya lagi, pemerintah Taiwan tidak memberlakukan lock-down, meski ada sejumlah pembatasan sosial yang diterapkan dengan disiplin.

Keberhasilan Taiwan memang pantas diancungi jempol. Sebagai wilayah yang paling dekat dengan Tiongkok dan berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, wajar jika banyak yang mengira Taiwan akan kena dampak besar Covid-19. Namun Taiwan ternyata lebih berhasil dari sekian banyak negara lain.

Respon yang tepat sedari dini, mungkin jadi kekuatan utama Taiwan. Sudah membentuk pusat pengendalian penyakit menular (CECC) sejak 1999, badan khusus ini telah beberapa kali diaktifkan menghadapi sejumlah epidemi sebelumnya, seperti flu burung, MERS dan SARS.

Sejak akhir Desember 2019, kementerian kesehatan Taiwan telah mensinyalir adanya penyebaran penyakit baru dari warganya yang baru pulang dari Wuhan. Maka, awal 2020 CECC diaktifkan kembali. Kasus positif Covid-19 pertama pun tercatat pada 21 Januari.

Sejak saat itu, Taiwan langsung mengontrol produksi dan penjualan masker. Tidak boleh ada ekspor masker ke luar negeri dan sejumlah kebijakan dilakukan agar masker terdistribusi merata bagi tiap warga dan wajib dikenakan saat keluar rumah. Sekolah diliburkan sejak awal Februari. Tentara nasional diturunkan untuk membantu menjaga sanitasi lingkungan serta ikut memproduksi masker dan alkohol sanitasi.

Baca juga:  Studi di Kanada: Ganja Bisa Atasi Covid-19

Di waktu yang sama, pemerintah Taiwan juga memperketat prosedur penanganan penumpang di bandara, pelabuhan dan sarana transportasi publik. Warga dan wisatawan yang masuk ke Taiwan diharuskan menjalani karantina. Sementara para pekerja medis diwajibkan untuk tinggal di Taiwan selama pandemi.

Penatalayanan yang ketat dibantu oleh kedisiplinan warga ternyata berdampak besar. Hari ini, Taiwan menjadi salah satu yang pertama, yang akan segera pulih dari wabah Covid-19. **RS

Sumber: Scmp.com; Republika.com