Tinggal selangkah lagi, Priscilla Hertati Lumban Gaol menghadapi juara ONE Championship. Sampai tahun lalu, Thathie, demikian ia dikenal di ring, telah mengantongi tujuh kemenangan di ajang mix martial art (MMA) ini. Namun, pandemi Covid-19 menunda semua rencana itu.

Oktober 2019 adalah pertarungan terakhir Thathie di kompetisi ONE. Saat itu ia mengalahkan petarung putri Myanmar, Bozhena Antoniyar, di ajang ONE Championship: Dawn Of Valor, Jakarta. Kemenangan ini membuatnya berhak menantang juara ONE Championship kelas atom, Angela Lee.

Meski kecewa, petarung 31 tahun itu mengaku tetap bersemangat berlatih. “Saya tetap bugar dengan melakukan berbagai latihan rutin di rumah. Ikut pemerintah saja, saat ada pembatasan,” ungkapnya saat ditanya terkait kesibukan saat ini.

Mantan juara wushu nasional itu memaklumi bila sekarang ada hal yang jauh lebih penting. Ia berharap semua orang memainkan peran sesuai porsinya, agar semua segera kembali normal.

Thathie memang sedang semangat-semangatnya bertarung saat semua kompetisi dihentikan. Perempuan yang bergabung di Sasana Siam ini baru sekitar dua tahun memasuki kompetisi beladiri campuran.

“Tahun 2017 saya ikut ONE Championship. Dua pertarungan pertama kalah. Itu membuat saya malu dan tertantang. Berlatih lebih giat lagi, sampai bisa menang. Kemenangan pertama itu TKO, lawan Audrey dari Malaysia,” kenang Thathie.

Apa yang membuatnya tertarik menekuni bela diri? Perempuan kelahiran Dolok Sanggul, Sumatera Utara ini mengenal dunia bela diri dari abang kandungnya, yang merupakan atlit wushu.

Thathie tertarik karena diiming-imingi bisa mendapatkan uang saku tambahan jika menang lomba wushu. Hanya berlatih selama dua minggu, Thathie langsung dikirim ke Banten untuk bertanding. Tak disangka, dia langsung meraih kemenangan.

“Pas menang langsung dapat uang. Senang rasanya anak SMA punya uang sendiri, bisa pakai buat bayar uang sekolah,” kenangnya.

Baca juga:  Industri Pariwisata Ambruk Parah Karena Corona

Setelah menjadi juara nasional dan meraih medali perunggu kejuaraan wushu dunia, Thathie sadar, ia perlu terus menantang diri untuk berprestasi. Maka selepas pensiun dari wushu, ia terpacu menekuni kompetisi bela diri campuran.

“Sekitar 2016 saya mulai belajar bela diri lain. Main ke Sasana Siam. Awalnya lihat-lihat dan main agar badan bugar saja. Tapi salah satu pelatih menawarkan ikut kompetisi MMA,” ungkap Thathie.

Meski awalnya ragu, Thathie mengaku sangat tertantang saat melihat Angela Lee bertarung di ONE Championship Jakarta tahun itu. Petarung itu pula yang kini siap untuk dihadapinya, meski masih harus menunggu. **RS

Sumber: detik.com, tribunnews
Foto: Onefc

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.