Membaca atau mendengar pengumuman terkait statistik Covid-19 mungkin sudah jadi rutinitas harian kita belakangan ini. Biasanya, yang disorot adalah jumlah yang positif terinfeksi atau jumlah kematian. Tentu saja angka ini akan terus bertambah, karena dihitung secara akumulatif. Hal yang mungkin sering mengecilkan hati.

Padahal, dua statistik lain tak kalah penting untuk kita memprediksikan perjalanan wabah ini. Yaitu jumlah kasus baru dan jumlah mereka yang telah sepenuhnya sembuh. Jumlah kasus baru bisa memberikan gambaran pada kita sudah sejauh mana wabah melambat atau masih berkembang pesat. Sementara jumlah mereka yang sembuh tentu memberi harapan besar bagi semua.

Perlu juga diperhatikan, data kesembuhan memang terbilang lebih lama diperoleh, tidak secepat data positif terinfeksi. Ini dikarenakan butuh dua minggu sampai sebulan untuk memastikan seseorang benar-benar negatif dari infeksi Covid-19. Maka, data kenaikan pasien yang sembuh memang lebih perlahan. Tapi semakin lama akan terlihat grafiknya menaik.

Contohnya per hari ini, Kamis (30/4), dalam catatan Worldometers sudah lebih dari satu juta orang di dunia yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Angka yang sudah jauh melampaui mereka yang meninggal karena virus corona jenis baru ini, yaitu sekitar dua ratus ribu orang.

Spanyol, Amerika Serikat dan Jerman menyumbang jumlah kesembuhan terbesar setelah hampir sebulan mengalami lonjakan kasus. Di ketiga negara tersebut angka pasien yang sembuh ini pun telah melampaui kasus kematian.

Di Indonesia statistik ini pun mulai mengarah pada kecenderungan yang sama. Hari ini sudah 1.391 pasien dinyatakan sembuh. Angka ini sudah melampaui jumlah kasus kematian karena Covid-19 sebesar 784 orang.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Masih ada sejumlah negara yang diperkirakan belum mencapai puncak dari wabah ini. Beberapa negara seperti Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang pun masih melaporkan penambahan kasus baru setelah melewati masa yang disebut sebagai puncak pandemi.

Baca juga:  Di Balik Upaya RCTI dan iNews Gugat UU Penyiaran

WHO terus menyuarakan solidaritas global demi mencegah gelombang susulan pandemi Covid-19. Tiap negara mestinya tidak lagi saling menyalahkan, namun terbuka dan bersatu-padu mengatasi wabah ini sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. **RS

Foto: Pixabay

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.