Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah istilah yang dipakai dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Ini merupakan pembatasan yang paling ketat pembatasannya dalam tindakan karantina. PSBB membatasi sejumlah kegiatan penduduk di suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit untuk mencegah kemungkinan penularan yang lebih besar.

Semasa pandemi Covid-19, PSBB telah diterapkan di sejumlah daerah. DKI Jakarta merupakan wilayah pertama yang menerapkannya pada 10 April lalu. Disusul lima wilayah Jawa Barat – kota Depok, kota dan kabupaten Bogor serta kota dan kabupaten Bekasi – pada 15 April.

PSBB kemudian disetujui untuk sejumlah daerah lain. Sampai hari ini Kamis (23/4) PSBB sudah diterapkan juga di Bandung Raya, Tangerang Raya, Pekanbaru, Makassar, Tegal, Sumatera Barat, Banjarmasin, Tarakan, Surabaya dan sekitarnya, serta Kabupaten Gowa.

Secara nasional rincian penerapan PSBB terkait pandemi Covid-19 diatur lebih rinci dalam PP Nomor 21 Tahun 2020 dan Permenkes Nomor 9 Tahun 2020. Meski demikian, sejumlah aturan lain di daerah juga merinci beberapa tambahan yang kontekstual.

Dalam PSBB kegiatan sekolah dan lembaga pendidikan lain diliburkan. Kegiatan belajar dilakukan lewan sarana online atau bentuk lain yang membatasi jarak fisik. Pengecualian peliburan sekolah diberikan bagi yang terkait layanan kesehatan.

Demikian pula, kegiatan di tempat kerja dibatasi dan diganti dengan proses bekerja di rumah. Pengecualian diberikan bagi yang memberikan pelayanan kebutuhan dasar seperti pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, BBM, layanan kesehatan, keuangan, komunikasi, industri strategis, distribusi, logistik dan kebutuhan dasar lain.

Pembatasan ini juga mencakup kegiatan publik, termasuk kegiatan keagamaan dan sosial budaya. Kegiatan keluarga seperti perkawinan dan khitan dilangsungkan tanpa resepsi. Pemakaman yang bukan karena Covid-19 hanya boleh diikuti keluarga.

Baca juga:  Mengenal Varian Lontong di Indonesia

Moda transportasi juga dikenai pembatasan yang lebih rinci dalam penerapan PSBB tiap daerah. Sejumlah daerah masih membolehkan beroperasinya angkutan umum dengan hanya diisi maksimal 50% dari kapasitas, juga dengan sejumlah langkah pencegahan.

Di Bandung Raya misalnya, penumpang dan pengemudi tiap kendaraan harus dalam keadaan sehat (tidak demam), mengenakan masker dan sarung tangan serta menyediakan cairan pembersih.

Aturan soal pemeriksaan suhu tubuh, masker, sarung tangan dan cairan pembersih juga diberlakukan di sejumlah gerai penjualan barang kebutuhan sehari-hari. Sementara itu tempat makan umumnya diatur hanya melayani pesanan take-away dengan pengaturan sanitasi bagi penjual dan pembeli.

Ada baiknya saat daerah kita resmi menerapkan PSBB, kita memperoleh informasi yang lebih rinci soal pembatasan tiap sektor tersebut. **RS

Foto: Instagram/ridwankamil

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.