Press "Enter" to skip to content

Selandia Baru Contoh Lain Sukses Hadapi Covid-19

“Saya kecewa negara-negara yang jauh lebih baik, sumber para ahli paling top dunia, seperti Amerika Serikat dan Inggris, negara-negara Eropa, tidak berbuat lebih baik ketimbang Selandia Baru yang sumber dayanya terbatas.”

Professor Michael Baker dari Fakultas Kesehatan Publik di Otago University, menyampaikan keprihatinannya sebagaimana dikutip CNN. Di balik kritiknya Baker juga tengah memuji kegemilangan Selandia Baru dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Senin kemarin (27/4), perdana menteri Jacinda Ardern mendeklarasikan kemenangan negaranya dalam menghadapi Covid-19. Hari sebelumnya hanya ada satu kasus baru di Selandia Baru, sehingga total ada 1.122 kasus positif Covid-19 dengan hanya 19 kematian.

Ini bukan sekedar klaim tidak ada kasus baru. Negeri Maori ini telah menjalankan tes yang sangat massif. Hasil tes menunjukkan tingkat kasus positif hanya sekitar satu persen, jauh di bawah batas patokan pandemi WHO yang mensyaratkan 9% sebagai bukti tidak menyebarnya Covid-19.

loading…


Selandia Baru memang terbilang cepat dalam merespon. Tak sampai seminggu setelah kasus pertama pada akhir Februari, sejumlah pembatasan mulai diterapkan terutama pada pengunjung yang masuk Selandia Baru. Puncaknya pada 23 Maret pembatasan paling ketat diberlakukan selama dua pekan. Saat itu kasus positif baru 102 orang.

“Tindakan tegas, keras, dan cepat, membantu mencegah hal terburuk dari virus itu,” kata Ardern saat melakukan pembatasan ketat dan pemberlakukan tes massif.

Selandia Baru mungkin menjadi yang tercepat dalam mengetes infeksi Covid-19. Ada sebanyak 126.006 orang atau mencapai tiga persen dari populasinya telah dites, baik dalam mandat pemeriksaan maupun dilakukan secara sukarela. Sekedar bandingan, negara seperti Inggris baru mengetes sekitar satu persen populasi. Apalagi seperti Indonesia yang baru mengetes 0,2 persen populasinya.

Baca juga:  Potensi Wabah Ganda Semakin Besar Saat Pandemi

Kebijakan pemerintah pun selalu didukung warga. Menutur catatan lembaga survei Colmar Brunton sekitar 87% warga Selandia Baru mendukung penuh langkah pemerintahnya meredam pandemi.

Umumnya warga diyakinkan karena hampir semua kebijakan yang ditempuh selalu didasarkan pada pertimbangan ilmiah. Pemerintah dan para ilmuan medis selalu tampil bersamaan saat menjelaskan kebijakan maupun menjawab pertanyaan publik.

Kolaborasi pemerintah, ilmuan dan dukungan warga memang menjadi kekuatan yang saling mendukung. Hasilnya Selandia Baru menang melawan Covid-19. **RS

Sumber: kumparan, cnn
Ilustrasi:cnn

loading…


Bagikan