Latihan Kardio Mudah di Rumah

0
14

Istilah latihan kardio belakangan semakin populer, untuk menyebut kegiatan olahraga yang berfokus pada penguatan stamina. Biasanya latihan bersifat dinamis dengan ciri utama meningkatkan detak jantung dan pernafasan.

Latihan kardio sering disamakan dengan istilah aerobik, karena umumnya dilakukan dengan teknik pernafasan yang kontinu memerlukan oksigen. Ini yang membedakannya dengan latihan beban yang punya momen anaerobik. Namun, saat gerakan-gerakan latihan kardio dilakukan dengan intensitas tinggi, latihan ini pun dapat menjadi anaerobik.

Orang sering mengasosiasikan latihan ini dengan penurunan berat badan. Hal yang memang ada benarnya, jika dilihat dari pembakaran kalori. Jumlah kalori yang dihabiskan oleh latihan kardio cukup besar, apalagi pembakaran tersebut juga masih terjadi beberapa saat setelah latihan selesai.

Meski demikian, penurunan berat badan tidak dicapai hanya dengan latihan kardio. Lagipula, latihan ini punya banyak manfaat lain yang lebih terasa. Terutama mengurangi stres, membuat tidur lebih teratur, melancarkan peredaran darah, serta meningkatkan kekuatan tulang dan otot secara keseluruhan.

Bentuk paling sering dari latihan kardio adalah lari dan bersepeda. Di pusat kebugaran, biasanya ini difasilitasi dengan sepeda mekanis atau treadmill.

Tetapi, tidak terbatas pada dua bentuk tersebut, beragam bentuk lain seperti berenang, senam ritmis, lompat kecil dan banyak latihan lain dapat menjadi alternatif. Intinya asalkan gerakan itu dinamis dengan nafas dan detak jantung perlahan meningkat.

Jenis latihan ini terbilang paling mudah dilakukan di mana saja. Jika terbatas di rumah, kita dapat melakukan berbagai varian lari dan lompat. Gerakan seperti lari di tempat, naik turun tangga, skipping, jumping jack, burpee, mountain climber atau gerakan senam dengan intensitas dinamis tentu mudah dilakukan di rumah.

Baca juga:  Bolehkan Penderita Anemia Minum Kopi?

Yang patut diperhatikan adalah pilihan jenis dan variasi latihan. Misalnya untuk yang berat tubuh bagian atas yang agak berlebih, varian lari dan lompat sebaiknya tidak dilakukan terlalu intens saat baru minggu-minggu awal latihan. Ini karena gerakan tersebut berisiko menciderai engkel dan lutut. Mereka dapat mengkombinasikan lari dan lompat dengan push-up, sit-up, squat, hula-hop atau shadow boxing, yang tidak terlalu membebani kaki bagian bawah.

Demikian pula mereka yang punya penyakit bawaan pada jantung dan pernafasan. Intensitas latihan kardio sebisa mungkin dinaikkan dengan sangat perlahan, tidak tiba-tiba terlalu berat. Dapat dimulai dengan jalan santai atau gerakan senam sederhana.

Efektivitas latihan kardio akan semakin terasa jika dikombinasikan dengan latihan beban atau kelenturan tubuh. Ia dapat dipakai sebagai pemanasan untuk latihan lain, atau sebagai latihan terpisah. **RS

Foto: Unsplash