Beberapa rumah sakit di Sumatera Selatan dikabarkan sempat menolak menerima seorang ibu yang akan melahirkan. Pasalnya sang ibu telah menjalani rapid-test Covid-19 dan didapati hasilnya positif.

Ibu tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Musi Rawa Utara dan seyogianya akan melahirkan di RSUD Rupit. Namun ketiadaan fasilitas isolasi yang lengkap, membuatnya harus dirujuk ke rumah sakit lain. Untungnya sang ibu akhirnya bisa menjalani persalinan di Rumah Sakit Siloam Silampari, Lubuklinggau, setelah menempuh jarak perjalanan sekitar 70 km.

“Ibu melahirkan pada Sabtu (18/4). Anak sudah dites, hasilnya negatif. Baik ibu dan anak dalam kondisi sehat. Semoga ini menjadi kabar yang baik dan menguatkan kita semua di tengah keadaan yang sulit seperti sekarang.” Demikian keterangan dari pihak RS Siloam saat memberitakan kabar ini pada Minggu (19/4).

Walikota Lubuklinggau, Prana Putra Sohe membenarkan kejadian tersebut. Ibu tersebut memang telah dites positif lewat rapid test sebelumnya. Kondisi sang ibu sebenarnya tidak menunjukkan gejala penyakit. Meski demikian sampai saat ini ia masih harus menjalani isolasi mandiri.

“Untuk sekarang isolasi sendiri. Karena rapid test positif, tapi kalau kondisi tidak parah masih bisa isolasi sendiri,” ungkap Prana yang juga merupakan ketua gugus tugas penanggulangan Covid19 di wilayahnya.

Berita ini tentu menjadi kabar yang menguatkan. Mengingat kasus Covid-19 pada ibu hamil memang punya kemungkinan risiko yang berbeda jika dibandingkan pasien lain. Sejauh ini memang belum ada penelitian yang menunjukkan risiko yang lebih besar terkait Covid-19 pada perempuan hamil. Tingkat fatalitasnya kemungkinan besar sama dengan orang dewasa lainnya.

Meski demikian, panduan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat orang yang sedang hamil punya beberapa faktor risiko tertentu. Kondisi hamil diketahui akan memberi perubahan pada sistem imunitas tubuh, yang dalam beberapa kasus memudahkan untuk tertular virus pernafasan seperti influenza.

Baca juga:  Streaming Film Bajakan Jauh Berkurang di Indonesia

Sampai saat ini penularan virus dari ibu hamil kepada bayi karena kehamilan atau laktasi juga belum terindikasi. Dari sejumlah kecil kasus infeksi Covid-19 pada bayi, belum diketahui sumber penularannya apakah sebelum atau setelah persalinan. Jika setelah persalinan, kemungkinan besar lebih karena kontak fisik dengan orang yang terinfeksi. **RS

Sumber: Jakarta Globe, Sindonews.com
Foto: Unsplash

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.