Press "Enter" to skip to content

Ekonomi yang Tumbuh dan Turun Saat Pandemi Covid-19

Dalam wawancara dengan VoA Indonesia Rabu lalu (1/4), Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan sejumlah catatan terkait bagaimana pandemi Covid-19 akan berdampak pada sektor ekonomi secara nasional.

Menurut Menkeu, dampak ekonomi kali ini akan berbeda dengan krisis yang pernah kita hadapi tahun-tahun sebelumnya. Sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM), adalah sektor yang paling pertama terdampak wabah Covid-19. Padahal pada krisis tahun 1998, misalnya, sektor ini cenderung aman dan jadi penopang utama pemulihan krisis.

“UMKM selama ini biasanya menjadi safety net. Sekarang mengalami pukulan yang sangat besar. Tahun 97-98, justru UMKM masih resilience. Sekarang ini, UMKM terpukul paling depan karena ketiadaan kegiatan di luar rumah oleh seluruh masyarakat,” papar Sri.

Ini pula yang menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Berbagai subsidi dan tunjangan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan adalah perlindungan terhadap masyarakat tidak mampu dan pelaku usaha UMKM.

Hal ini juga berlaku bagi pelaku usaha pariwisata dan MICE (meeting, incentive, convention and exhibitions) yang mengandalkan kedatangan orang untuk berkumpul. Sektor ini sebelumnya cukup tangguh untuk segera pulih, namun tentu sekarang amat terbatas ruang geraknya.

Meski demikian, ternyata tetap ada pertumbuhan, terutama di sektor e-commerce dan media digital. Dalam pengamatan Idcloudhost. masyarakat Indonesia sedang mempertimbangkan opsi alternatif, seperti belanja online untuk memenuhi konsumsi.

Cukup banyak masyarakat, terutama di wilayah perkotaan yang menghabiskan lebih banyak untuk pembelian online dalam dua minggu terakhir.

Seiring dengan diberlakukannya kebijakan work from home (WFH) juga terjadi peningkatan konsumsi media digital dan media sosial pada berbagai platform. Traffic Facebook atau Instagram di Indonesia, misalnya menunjukkan peningkatan lebih dari 30%, Youtube bahkan ada di atas 41%.

Baca juga:  Studi di Kanada: Ganja Bisa Atasi Covid-19

Tentu ini merupakan kesempatan yang cukup baik bagi para pelaku dan pemula di usaha digital. Platform digital pun dapat dikolaborasikan dengan sektor ekonomi lain, demi mendorong pemulihan yang segera. **RS

Sumber: voa Indonesia, idc
Ilustrasi: pixabay

Bagikan