Press "Enter" to skip to content

Di Vietnam Daging Anjing dan Kucing Dipercaya Menangkal Covid-19

Belakangan ini ada kenaikan yang cukup signifikan dalam konsumsi daging anjing dan kucing di Vietnam. Meski kebiasaan konsumsinya sudah berlangsung sejak lama, namun kenaikan ini diduga terkait pandemi Covid-19.

Independent, Jumat lalu (17/4), melansir bahwa daging kedua satwa ini diyakini oleh masyarakat Vietnam punya khasiat menangkal virus corona. Daging anjing dan kucing katanya punya sifat “hangat” yang menguatkan imunitas tubuh.

Tak hanya di Vietnam, kebiasaan sama juga terjadi di Kamboja. Seorang penjual daging anjing di Kamboja memberi keterangan bahwa mereka meyakini anjing dan kucing lebih alami dalam konsumsi makannya. Keduanya juga memiliki daya energi yang baik.

Keterangan tersebut tentu saja merupakan versi para penjual dan pengkonsumsi daging ini. Sampai sekarang, tidak ada bukti ilmiah untuk membenarkannya. Malah ada indikasi konsumsi anjing dan kucing liar punya risiko besar.

Kathrine Polak, dokter hewan dari organisasi perlindungan hewan Four Paws, mengatakan bahwa praktik tersebut sangat berbahaya. Mengkonsumsi daging anjing dan kucing, terutama yang liar, membawa risiko penyebaran penyakit baru.

“Kondisi tidak sehat dari hewan yang dijual, ditambah risiko kontaminasi karena memiliki beragam spesies hewan yang berbeda dikurung dan disembelih, menghadirkan tempat berkembang biak yang sempurna untuk penyakit baru dan mematikan, termasuk Covid-19,” ujar Kathrine.

Memang sejauh ini Covid-19 tidak menulari anjing dan kucing. Meski demikian, kasus ditemukannya virus SARS-Cov-2 pada anjing jenis Pomerian di Hong Kong dan pada satu kucing rumahan di Belgia, nampaknya perlu dijadikan peringatan. Kita tidak boleh sembarangan memakan daging hewan atau mengurung dan menyembelihnya dengan masif.

Sejumlah wilayah di Asia Tenggara memang punya kebiasaan klasik mengkonsumsi daging anjing dan kucing. Kota besar seperti Phnom Penh, misalnya, memiliki 110 restoran yang menyajikan daging anjing. Di Hanoi, setidaknya 300 anjing dan kucing disembelih setiap hari untuk kebutuhan restoran tradisionalnya.

Baca juga:  Perbankan Digital Melaju Cepat Pasca Pandemi

Dalam laporan Four Paws setidaknya ada 10 juta ekor anjing dan kucing yang dikonsumsi setiap tahun di keseluruhan wilayah Asia Tenggara, secara khusus di Vietnam, Kamboja dan Indonesia. **RS

Sumber: Independent.co.uk