Press "Enter" to skip to content

Di Rumah Saja Bisa Sebabkan Cabin Fever?

Saat harus berdiam di rumah, ternyata cukup banyak orang yang mengalami rasa bosan disertai kegelisahan. Tak jarang, muncul pula perasaan sedih tidak karuan, kurang konsentrasi, tidur yang terganggu atau kelelahan. Dalam bahasan populer, ini sering disebut sebagai demam kabin atau cabin fever.

Istilah tersebut berasal dari kebiasaan di Amerika Utara abad ke-19. Dimana para pemburu, pekerja tambang atau penebang kayu harus tinggal di kabin yang jauh saat musim dingin. Frasa cabin fever ini kemudian kerap digunakan menyebut kegelisahan bila seseorang harus terisolasi untuk waktu lama.

Dalam keterangannya di CNN, psikolog sekaligus direktur klinis Asosiasi Psikolog Amerika, Dr. Vaile Wright menyebutkan bahwa cabin fever hanyalah sebutan populer. Istilah ini bukan term psikologis. Sehingga defenisi teknisnya tentu tidak ada.

“Cabin fever bukanlah kondisi nyata. Tapi tentu saja perasaan yang terkait dengannya seperti gelisah, bosan, mudah tersinggung, atau kelelahan adalah hal nyata,” ungkap Dr. Wright.

Dr. Wright menyatakan kepribadian dan temperamen seseorang menjadi faktor yang paling mempengaruhi sejauh mana dan secepat apa seseorang akan mengalami perasaan-perasaan tersebut saat isolasi.

“Jika Anda lebih ekstrovert, tidak terbiasa tinggal di rumah, maka Anda lebih mungkin mengalaminya. Baik dari sisi cepatnya hal itu muncul, maupun dalamnya itu mengganggu perasan Anda,” lanjutnya.

Aneka kegelisahan selama tinggal di rumah sebenarnya dapat dicegah dengan sejumlah cara. Umumnya jika memungkinkan, kita disarankan keluar sejenak dari kamar untuk sekedar berjalan menghirup udara segar di sekitar.

Menghadirkan suasana alam di rumah dengan bercocok tanam, memberi makan hewan atau selalu membuka lebar jendela dan pintu, juga dapat menjadi alternatif yang menyegarkan serta mengobati ‘rindu’ suasana luar.

Baca juga:  Mengenang Ahmad Djuhara Pelopor UU Arsitek

Hal yang juga direkomendasikan adalah rutin menjaga pikiran dan tubuh tetap aktif. Jika harus bekerja dari rumah misalnya, jauh lebih baik jika kita tetap mandi dan berganti pakaian sebelum bekerja. Selepas bekerja juga bisa diisi dengan olahraga atau mengekspresikan kreativitas, misal dengan melukis, bernyanyi, fotografi, memasak atau hobby lainnya.

Komunikasi juga perlu dijaga agar seimbang. Tak ada salahnya menyediakan waktu untuk berbincang dari hati ke hati dengan orang terdekat kita, baik yang tinggal bersama maupun menyapa rekan-kerabat yang terpisah jauh.

Meski demikian, kita juga perlu sesekali mengambil jarak dari orang yang tinggal bersama kita, yang kita jumpai seharian penuh. Adalah baik jika sesekali memakai ruang dan waktu sendiri dan membiarkan mereka juga sendiri.

Asal aktivitas fisik dan emosi kita seimbang, tak perlu khawatir cabin fever. **RS

Foto: Unsplash