Press "Enter" to skip to content

Demi Balita Tumbuh Sehat, Posyandu Rela Jemput Bola di Sulawesi Tengah

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sudah lama jadi sarana pendukung kesehatan di daerah. Secara rutin, Posyandu biasanya dikunjungi ibu hamil, balita hingga lansia. Lewatnya sejumlah kegiatan seperti pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan serta pembagian bahan makan tambahan bisa dikerjakan. Demi memastikan tiap ibu, balita dan masyarakat bisa tumbuh sehat.

Namun seiring status darurat bencana wabah Covid-19, layanan seperti ini menjadi sulit dikerjakan. Menjaga jarak secara fisik dan menghindari keramaian menjadi salah satu prosedur yang tidak dapat ditawar. Sejumlah peraturan pun telah ditetapkan untuk mencegah penyebaran virus.

Tapi apakah Posyandu harus berhenti dan upaya menjaga kesehatan masyarakat ini terputus? Itulah tantangan yang coba dijawab oleh kader-kader Posyandu di Sulawesi Tengah.

Bekerjasama dengan Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI) mereka berkomitmen tetap menyediakan makanan tambahan dan pemeriksaan kesehatan bagi bayi dan anak untuk 10 desa mitra di Kabupaten Donggala, Sigi serta Kota Palu.

Tentu bukan dengan mengumpulkan orang. Tapi berjibaku menjemput bola. Kader-kader ini mengunjungi penduduk yang memiliki balita. Memberi makanan tambahan serta memastikan kesehatan keluarga.

“Hanya ada dua kader yang bergerak ke masing-masing dusun. Satu kader bertugas membantu balita mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Kader yang lain memberikan makanan tambahan. Tidak boleh ramai-ramai. Kita harus patuh pada protap yang sudah ditetapkan para pemimpin,” papar Ibu Asni, salah seorang kader Posyandu dari Desa Lero Tatari, Kabupaten Donggala.

Sementara itu Ibu Zaitun dari desa Sibalaya Utara di Kabupaten Sigi juga antusias memastikan semua balita di desanya mendapat makanan tambahan. Bersama kader lainnya, mereka membagikan dua butir telur rebus per balita di rumah masing-masing.

Baca juga:  Akibat Lockdown Ketat Singapura Alami Resesi

“Kami sengaja berjalan menuju rumah balita, sekalian berjemur seperti saran para tenaga kesehatan di masa sekarang. Setelah cuci tangan pakai sabun, kami memberikan makanan tambahan dan menanyakan kondisi bayi dan balita. Sehingga perkembangannya tetap dapat kami pantau,” katanya.

Dalam kunjungan kader posyandu turut mengingatkan masyarakat melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. Juga memastikan agar tiap keluarga melaksanakan sanitasi berbasis masyarakat di rumah dan lingkungannya. Terlebih di masa siaga Covid-19 ini, masyarakat diminta rela mengikuti arahan kesehatan demi keselamatan bersama.

PELKESI memang berkomitmen membantu pengadaan makanan tambahan yang beragam dan sebisa mungkin bahannya dari wilayah lokal. Komitmen ini telah dilakukan sejak Februari lalu, mengingat belum semua desa di Sulawesi Tengah punya pendanaan khusus untuk kebutuhan ini.

Aksi jemput bola sangat tepat dilakukan di saat seperti ini. Kader Posyandu Sulawesi Tengah telah menunjukkan contoh kepada kita, untuk diteladani dan dilanjutkan. Bukankah ada banyak tempat yang kini punya permasalahan serupa? **DMT

Bagikan