Bulan Ramadhan tiba. Selain diisi rangkaian ibadah dan kegiatan menanti berbuka puasa, tentu tak ketinggalan sekian banyak penganan khas. Kurma adalah salah satu favorit. Meski tak terbatas pada bulan Ramadhan, konsumsi buah palma khas Timur Tengah ini memang cukup melonjak selama puasa.

Kurma yang banyak dijual di pasar maupun supermarket umumnya ada dalam bentuk yang telah dikeringkan (tamr). Kurma dalam bentuk kering biasanya memiliki kadar gula yang lebih tinggi. Jika sudah terlalu lama, tentu agak mengurangi khasiatnya sebagai buah yang kaya nutrisi.

Sebagai alternatif, belakangan cukup banyak penjual kurma yang menjual kurma muda baik yang mentah maupun setengah matang, atau kurma yang baru matang di pohon (ruthab). Bentuk kurma seperti ini memang tidak bisa disimpan terlalu lama dan harus ditaruh di lemari pendingin.

Kurma muda biasanya memiliki rasa yang agak sepat, lazim dikonsumsi oleh kaum ibu, karena dipercaya punya khasiat meningkatkan kesuburan wanita. Sementara kurma matang lebih lumer serta punya rasa manis yang menyegarkan.

Meski demikian, tidak semua varietas kurma enak dimakan dalam bentuk mudanya. Dalam bentuk kering pun masing-masing varietas punya sensasi rasa manis dan tekstur yang berbeda satu sama lain.

Saat ini setidaknya ada sekitar 200 varian kurma yang ada di seluruh dunia. Tidak hanya terbatas di Timur Tengah, kurma juga kini dibudidayakan di India, Amerika dan Afrika Selatan. Kurma Ajwa (Madinah), Aabel (Libya), Mazafati (Iran), Thoory (Aljazair), Majool (Maroko), Sukkari (Al Qasim), Khalash (Hofuf), Barhi (Tamilnadu) dan Hayani (Gaza) adalah jenis-jenis kurma yang terbilang populer di Indonesia.

Khalash dan Ajwa adalah contoh kurma yang teksturnya lebih kering dengan warna lebih gelap serta rasanya tidak terlalu manis. Sementara Sukari dan Hayani adalah contoh varian kurma yang lebih manis dan empuk, sehingga sering dijadikan pemanis untuk minuman. Beberapa kurma seperti Majool dan Mazafati sangat enak dikonsumsi selagi dingin.

Baca juga:  Tips Tingkatkan Imunitas Selama Berpuasa

Kandungan nutrisi tiap varietas kurma sesungguhnya tidak banyak berbeda. Gula buah mencakup sekitar 63% dari kandungan kurma, sisanya berupa serat, protein, vitamin (khususna Vitamin A, B dan C) serta sejumlah mineral esensial seperti kalium, magnesium dan zinc. Kurma Khalash tergolong yang paling rendah indeks glikemiknya, sementara kurma Barhi terbilang paling tinggi. **RS

Foto: Pixabay

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.