Senin lalu (13/4) wakil ketua umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Adib Khumaidi, menjelaskan bila asap rokok yang keluar dari paru-paru orang yang positif Covid-19 punya kemungkinan untuk menularkan penyakit tersebut.

“Selama ini kita tahu penularan virusnya memang lewat droplet (cairan mulut atau hidung). Tapi merokok memudahkan penularan. Karena menghembuskan asap yang bisa jadi beserta droplet. Apalagi kalau ada dalam satu ruangan tertutup,” jelas dr. Adib.

Hingga kini memang belum ada penelitian yang dengan jelas menunjukkan Covid-19 menular lewat asap rokok. Meski demikian dr. Daeng M. Faqih, ketua umum IDI, membenarkan apa yang disampaikan oleh rekan sejawatnya itu.

Potensi penularan itu tetap ada, karena orang biasanya menghisap rokok sampai ke dalam tenggorokan, kalaupun tidak dari asap, dari droplet yang keluar bersamaan dengan hembusan asap rokok.

Sejak berlangsungnya pandemi Covid-19, WHO telah merekomendasikan orang untuk berhenti merokok. Namun saran ini memang karena perokok lebih berisiko saat tertular Covid-19. Paru-paru dan mekanisme pernafasan yang selama ini terganggu karena kebiasaan merokok dikhawatirkan akan terkena dampak besar bila seseorang terinfeksi virus ini.

Hal tersebut juga berlaku terkait produk seperti rokok elektrik (vape). Dr. Tetsuro Ishizawa dari Tokyo Medical Association and the Japan Society for Tobacco Control memaparkan bahwa virus dapat bertahan dalam aeorosol yang dikeluarkan saat orang menghisap rokok elektrik, sampai sekitar tiga jam. Hal tersebut akan meningkatkan risiko penularan.

Namun, tampaknya buat masyarakat Indonesia, ini belum jadi masalah yang dianggap serius. Liputan Jakarta Globe di awal April menunjukkan belum adanya indikasi jumlah perokok di Indonesia akan berkurang selama pandemi Covid-19.

Memang ada saja sedikit orang yang memutuskan berhenti merokok, dengan alasan khawatir tertular Virus Corona baru ini. Namun, angka konsumsi dan penjualan rokok masih ada di kisaran yang sama dengan bulan-bulan sebelumnya.

Baca juga:  Alkes Buatan Indonesia Saat Pandemi Covid-19

Kalau sudah begini, bukti atau saran ilmiah sesahih apapun emang rasanya akan sulit berterima. Seperti kita ketahui kampanye setop merokok memang bukan perkara mudah di Indonesia. **RS

Sumber: Mainichi.jp; Jakartaglobe.co
Foto: Pixabay

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.