Pesta pernikahan bagi sekian banyak orang adalah momen besar dan ingin dijadikan kenangan indah. Tak jarang, resepsinya dihadiri banyak orang dan menghabiskan biaya yang terbilang besar. Namun, jika diperhadapkan pada kondisi wabah Covid-19 seperti sekarang, tentu harus ada yang diubah.

Itulah yang terjadi pada sepasang kekasih Dangka Bagus Adipurwa dan Kadek Suarmita Dewi. Pasangan yang berasal dari Kabupaten Bangli, Bali ini seyogianya akan melangsungkan resepsi pernikahannya pada 24 Juni 2020 mendatang.

“Direncanakannya sudah sejak Desember tahun lalu. Sudah pesan tenda dan dekorasi. Penyanyi yang mengisi resepsi juga sudah dibooking Februari lalu,” ungkap Bagus Adipurwa. Ia juga menjelaskan undangan sudah mulai disebar ke ratusan kerabat.

Apa mau dikata, aturan pembatasan fisik selama wabah Covid-19 ini membuat mereka harus menyesuaikan rencana. Resepsi dibatalkan dan rangkaian prosesi upacara pengantin hanya dihadiri keluarga dekat yang tak lebih dari dua puluh orang.

Namun, Bagus Adipurwa menjelaskan mereka tetap ingin pernikahan menjadi momen yang indah untuk dikenang. Dari pada menyelenggarakan pesta yang mengundang orang banyak, mereka mengalihkannya menjadi berbagi. Mereka menggelar sejumlah kegiatan bantuan sosial yang terdiri atas pembagian masker, sembako, uang tunai serta sepatu.

“Paket sembako kami berikan kepada keluarga tidak mampu, selain sembako kami juga memberikan bantuan uang yang besarannya bervariasi, melihat kondisi warga yang bersangkutan, kalau kondisinya memprihatinkan tentu nominalnya lebih besar. Ada juga sumbang masker ke pasar dan sumbang sepatu,” lanjut pria 29 tahun ini.

Mereka tidak sendirian. Ada relawan dari sejumlah komunitas kemanusiaan yang digandeng, agar bantuan ini tepat sasaran. “Mereka selama ini yang sering mengerjakan karya sosial. Mereka lebih tahu kondisi di lapangan dan motifnya juga misi sosial, bukan yang lain,” papar Bagus Adipurwa.

Baca juga:  Sudah Sejuta Lebih Pasien Covid-19 Sembuh

Bagus Adipurwa dan Suarmita Dewi meyakini tindakan ini adalah hal yang perlu dilakukan, mengingat kondisi perekonomian kebanyakan masyarakat Bali belakangan cukup terpukul. Sektor pariwisata yang selama ini menjadi andalan mata pencaharian warga Bali, termasuk di Bangli, memang mengalami penurunan yang sangat signifikan. **RS

Foto: Balitribune

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.