“Segala hal dasar soal Covid-19 yang perlu kita tahu, sudah kita ketahui. Hal-hal baru yang perlu diupdate juga pasti akan kita dapatkan. Tidak akan terlalu ketinggalan. Jadi cukuplah. Tidak perlu terus-menerus menelan dan meneruskan informasi yang menumbuhkan sikap negatif. Atau malah menghabiskan energi untuk hal yang sia-sia. ”

Seorang rekan menyampaikan pesan itu di grup chat yang kami ikuti. Ia tidak ingin saya dan rekan yang lain melulu tenggelam dalam kekhawatiran. Pandemi Covid-19 memang belum berakhir. Namun, bukan berarti kita harus melulu menghabiskan energi pada hal yang tidak produktif.

Bagi sebagian orang, hal ini mungkin terasa sulit. Apalagi buat mereka yang tidak terbiasa banyak beraktivitas di rumah, namun kali ini terpaksa melakukannya. Rasa sumpek dan bosan memang cenderung menumpulkan kemampuan kita menyaring apa yang masuk sebagai informasi di kepala. Kemudahan untuk menyebarkan informasi lewat rantai dan pesan secara fatalistik juga mewabahkan kekhawatiran dan hoaks melebih wabah yang sebenarnya kita hadapi.

Tidak semua kita memiliki ketahanan mental yang sama di tengah situasi seperti ini. Bagi rekanrekan tertentu informasi yang berlebihan itu justru mendorong kepanikan. Maka, alangkah lebih baik jika energi yang ada dipakai untuk hal-hal yang lebih positif dan produktif.

Waktu senggang bisa kita pakai untuk aktivitas fisik untuk diri sendiri maupun bersama anggota keluarga di rumah. Atau belajar hal-hal baru yang selama ini tak sempat kita jalani. Serta sederet bentuk pengembangan diri lain. Termasuk, membangun relasi dengan banyak rekan-rekan yang selama ini kurang sempat dipenuhi.

Terkait upaya bersama menghadapi pandemi, memang ada banyak hal teknis dan strategis yang lebih tergantung pada kebijakan pemerintah dan kerja para petugas medis.

Baca juga:  Kurangi Optimisme, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dipotong

Dalam hal ini, kita harus disiplin dalam menjalani anjuran pihak yang berwenang. Semisal terkait pembatasan interaksi fisik atau pertemuan. Juga menerapkan higenitas personal di tempat tinggal kita.

Tapi, kita tentu juga bisa berperan membantu celah-celah yang masih belum terisi. Semisal, ikut membantu pengadaan alat-alat kesehatan yang kurang, atau menjadi relawan gugus tugas penanganan Covid-19 di lingkungan sekitar kita.

Kita pun dapat membantu rekan kita yang menjalani isolasi diri semisal dengan menolong berbelanja keperluan mereka. Demikian pula memberi bantuan pada rekan kita yang harus tetap bekerja.

Hal-hal yang seperti ini rasanya jauh lebih berguna ketimbang berkubang di tengah pasivitas yang menumbuhkan sikap negatif. Pandemi ini tentu butuh waktu yang agak panjang untuk mereda. Selama waktu itu, mari terus berkontribusi secara positif dan produktif. **RS

Foto: Pixabay

By FOKAL

Faktual, objektif, dan kontekstual.