Kuliah Luar Negeri bukan Sekedar Jalan-Jalan

Bapak saya pernah belajar di Universitas Southampton, Inggris. Itu yang membuatnya berkesempatan berjalan-jalan di Eropa daratan ketika masa liburan kuliah. Foto-foto dari berbagai negara menjadi bukti petualangannya di sana.

Tapi Bapak kerap menceritakan sisi lain. Kuliah di luar negeri buatnya bukan sekedar jalan-jalan atau belajar. Yang lebih utama adalah soal beradaptasi dan bertahan hidup. Perubahan iklim, perbedaan kebudayaan, dan variasi makanan menjadi tantangan sehari-hari ketika berada di sana.

Alasan orang untuk menempuh studi di negeri luar tentu berbeda-beda. Sebagian merasa pendidikan di luar negeri lebih baik dibandingkan Indonesia. Sebagian karena disemangati oleh keluarga yang sudah berada di sana. Sebagian lagi mungkin ingin memuaskan dahaga petualangannya.

Terlepas dari alasan pribadi, banyak hal yang disiapkan sebelum berjuang di negeri orang. Misalnya saja, kemampuan bahasa asing. Selain Bahasa Inggris, yang menjadi syarat mutlak, ada baiknya kita juga belajar memahami bahasa nasional dari negara yang akan kita tuju.

Tak hanya itu, pengetahuan kita mengenai kondisi sosial dan budaya negara tujuan juga menjadi hal penting. Peribahasa “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung” menjadi panduan kita, agar dapat bertahan selama menempuh proses studi.

Rasa rindu terhadap keluarga dan kampung halaman juga menjadi tantangan tersendiri. Meski teknologi bisa membantu kita untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman yang jauh, tetap saja kerinduan itu akan menyerang. Ada baiknya kita membawa benda ataupun hal lainnya yang dapat melepas rindu.

Selain persiapan untuk berangkat, ada hal-hal lain yang juga perlu diketahui ketika berada di negeri orang. Studi di luar negeri adalah kesempatan untuk menambah kolega dan memperluas jaringan. Sadar atau tak sadar, pertemanan yang dibangun akan akan bermanfaat bagi kita di masa depan.

Hal lain yang perlu diketahui juga adalah tawaran kerja selepas lulus studi. Banyak rekan kita yang mengambil tawaran ini, namun tak sedikit juga yang memilih kembali ke Indonesia. Apa pun pilihannya, itu adalah sikap dari tanggung jawab kita kepada keluarga, bangsa, dan negara.

Yang patut diingat pula, studi di luar negeri membuat kita membuka peluang bagi teman-teman di Indonesia. Peluang seperti info beasiswa, pekerjaan, dan lainnya, akan membantu teman-teman sebangsa kita untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri. **SMP

Ilustrasi: pixabay

 32 ,  10 

fokal

About fokal

Ini cerita kita.